Padang Pariaman Raih WTP Dari BPK RI tahun 2019

KBRN, Padang Pariaman : Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Padang pariaman meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ketujuh dari BPK RI merupakan sebuah prestasi yang gemilang dalam pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.  Padang  Pariaman meraih  Opini WTP mulai pada tahun 2008, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2019.

Inspektur Inspektorat Padang Pariaman Hendra Aswara  siang tadi mengatakan, Opini WTP ketujuh ini, merupakan marwah daerah dan kebanggaan bagi 8.000 aparatur Padang Pariaman. Menurutnya, Usaha meraih prestasi ditengah pandemic covid-19. 

“Apresiasi untuk semua stakeholders yang terlibat, yang bekerja non stop, yang memberikan extra waktu, energy, pikiran untuk meraih kembali opini WTP. Ini adalah hasil kerja ribuan aparatur, doa masyarakat serta ridho Allah SWT. Aamiin” Ujar Hendra Aswara. Sabtu (27/06/2020).

 Hendra Aswara menjelaskan, Opini WTP diberikan BPK RI setelah para auditor BPK Perwakilan Sumbar melakukan pemeriksaan atas LKPD Kabupaten Padangpariaman Tahun 2019. Tim auditor, lanjutnya, melakukan pemeriksaan secara komprehensif dilandasi dengan asas profesionalisme, independensi, dan integritas.

“ Ya kita ucapkan terima kasih kepada Tim Pemeriksa BPK yang telah memeriksa laporan keuangan Padangpariaman. Selanjutnya terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman atas kemitraan dalam kontrol penganggaran (budgeting control) dalam pengelolaan pelaporan keuangan. Semoga kita bisa mempertahankan opini WTP ini” tutur Hendra .

 

Sementara Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan daerah (BPKD) Armen Rangkuti mengatakan  BPK Sumbar menilai empat indikator dalam pengelolaan keuangan. Pertama, Penyajian laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kedua, Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan. Ketiga, Penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP) dan yaitu keempat Tindak lanjut atas temuan-temuan tahun-tahun sebelumnya.

 “Alhamdulillah, Pemerintah bersama DPRD memiliki komitmen dan konsistensi dalam pengelolaan keuangan yang bersih dan akuntabel” ujar Rangkuti didampingi Kepala Bidang Akuntasi Muhammad Nasir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00