Syahrul Furqan Minta Pemprov Sumbar Lengkapi Kebutuhan APD Petugas Penanganan Virus Corona

KBRN, Padang : Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Syahrul Furqan, mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk bergerak cepat dalam menangani wabah virus corona atau Covid-19 di daerah ini. Sebab sejak ditemukannya kasus positif virus corona di Sumatera Barat, jumlahnya terus mengalami peningkatan setiap hari.

“Kalau tidak bergerak cepat dalam berbagai hal untuk mengatasi permasalahan wabah virus corona ini, akan semakin banyak yang menjadi korban,” ujarnya saat dihubungi RRI dari Padang, Selasa (2/4/2020).

Politisi PAN ini menuturkan, langkah cepat yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yakni memastikan kesiapan tenaga baik tim medis, maupun petugas yang berjaga di 9 titik perbatasan yang tersebar di 7 Kecamatan. Memastikan kesiapan petugas sangat diperlukan dalam mempercepat penanganan wabah virus corona.

Kemudian setelah adanya kesiapan dari petugas, yang perlu diperhatikan adalah terpenuhinya alat perlindungan diri (APD). Keberadaan ADP merupakan senjata bagi petugas dalam “berperang” melawan virus corona. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus berupaya mendistribusikan APD ke berbagai rumah sakit yang menangani wabah virus corona.

Kebutuhan APD tidak hanya untuk tim medis, tetapi juga bagi petugas yang ada di lapangan seperti yang menjaga pintu perbatasan. Minimal bagi petugas di lapangan tersedia masker dan antiseptik pencuci tangan atau hand sanitizer, karena masyarakat yang diperiksa bisa saja terpapar virus corona.

“Saya banyak mendapatkan laporan kalau masalah APD hingga saat ini belum dapat terpenuhi. Artinya mereka berperang tanpa ada senjata, ini akan sangat mengkhawatirkan bagi petugas di lapangan,” ujar Sarjana Epidemiologi Unand ini.

Lanjut Syahrul, kebutuhan lain yakni fasilitas kesehatan yang menangani pasien virus corona mesti memadai. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus menjamin setiap pasien postif virus corona tertangani dengan baik.

“Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan rumah sakit rujukan, rumah sakit khusus, maupun puskesmas yang membantu dalam mempercepat penanganan virus corona harus tersedia. Jangan sampai fasilitas kesehatan penanganan virus corona terlunta-lunta dalam menangani pasien karena tidak tersedianya berbagai kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Antisipasi Kedatangan Perantau

Sisi lain yang harus segera dikaji oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kata Syahrul Furqan yakni masalah kedatangan perantau. Beberapa pekan belakangan arus kedatangan ke Sumatera Barat terpantau mengalami peningkatan baik melalui jalur darat maupun jalur udara. Rata-rata mereka berasal dari pulau jawa yang sudah menjadi zona merah penyebaran virus corona di Indonesia.

Apalagi menjelang bulan Ramadan, diperkirakan arus kedatangan perantau ke Sumatera Barat akan semakin meningkat. Hal ini tentunya perlu disikapi dengan cermat, dan harus dilakukan aksi nyata dalam upaya mengurangi kedatangan perantau di tengah wabah corona ini.

“Diperlukan surveilans kesehatan yang kontinue memantau keberadaan orang dalam pemantauan (ODP) secara kontinue, sehingga diketahui ODP benar-benar menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari. Karena perantau yang datang dari daerah terjangkit mereka masuk kategori ODP,” tuturnya.

Syahrul Furqan menambahkan, sementara aksi lainnya seperti penyemprotan disinfektan, imbauan untuk tetap berada di rumah, menjaga pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan istirahat yang cukup tetap harus dilakukan.

“Imbauan-imbauan tersebut harus semakin gencar pula dilakukan, sehingga kita harapkan dengan langkah-langkah tersebut, penanganan wabah virus corona dapat segera diatasi,” sebutnya.

Berdasarkan informasi dari web corona.sumbarprov.go.id sebagai portal resmi tanggap virus corona di Sumatera Barat hingga 1 April 2020 ODP berjumlah 2.451 jiwa, pasien dalam pengawasan (PDP) 58 orang, terkonfirmasi positif virus corona sebanyak 12 orang dengan rincian 7 orang dirawat di rumah sakit, 4 orang isolasi di rumah, dan 1 meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00