Dinas Pertanian Padang Bantah Kota Padang Batal Jadi Tuan Rumah PENAS KTNA 2020

KBRN, Padang : Dinas Pertanian Kota Padang membantah isu terkait batalnya Kota Padang menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) 2020.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syaiful Bahri saat dihubungi RRI, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pembatalan tuan rumah penyelenggaraan PENAS KTNA pada 20 hingga 25 Juni 2019 dari Kementrian Pertanian. Untuk itu, Dinas Pertanian masih terus melanjutkan segala persiapan PENAS KTNA 2020.

"Sampai saat ini saya belum terima surat pembatalannya. Itu hanya isu-isu yang tidak benar terkait pemindahan tuan rumah," ungkapnya, Senin (9/12/2019).

Menurut Syaiful, pihaknya tidak akan menghentikan segala persiapan PENAS KTNA 2020, jika tidak menerima secara resmi surat pembatalan tuan rumah dari Kementrian Pertanian.

"Kalau saya menerima surat resminya langsung baru saya hentikan segala persiapan. Sekarang belum ada itu surat dari kementrian," katanya.

Ia berharap, agar perhelatan PENAS KTNA 2020 yang tinggal hitungan bulan tetap dilaksanakan di Kota Padang. Mengingat persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Bahkan anggaran yang dikeluarkan untuk perhelatan dimaksud pun terbilang cukup banyak, mencapai puluhan miliar rupiah.

"Persiapan sudah kita lakukan sesuai dengan yang direncanakan. Saya harap tak ada pemindahan tuan rumah PENAS KTNA 2020," ujarnya.

Saat ini beredar di media sosial terkait surat dari Gubernur Sumatera Barat, perihal pembatalan tuan rumah PENAS KTNA 2020. Surat yang ditandatangai Gubernur Sumatera Barat pada 3 Desember dengan nomor 253/12975/DTPHP/12/2019 yang berisi menindaklanjuti surat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selaku penanggung jawab PENAS KTNA XVI tahun 2020 perihal rekomendasi lokasi Penas yang semula bertempat di Kota Padang dipindahkan ke Kabupaten Padang Pariaman. Sehingga Kota Padang sebagai tuan rumah pelaksanaan PENAS KTNA 2020 dinyatakan batal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00