Wapres Ma'aruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasehat ICMI

KBRN, Padang : Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ditunjuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

"Tadi saya secara khusus datang menemui Kiai Ma'ruf Amin, untuk memohon kesediaan beliau menjadi Ketua Dewan penasihat ICMI, alhamdulilah diterima dan disetujui," kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ICMI ke-29 di Universitas Negeri Padang, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, Kiai Ma'ruf mengisi kekosongan pasca Ketua Dewan Penasihat sebelumnya Jusuf Kalla (JK) yang kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Kehormatan ICMI, sebelumnya dijabat oleh almarhum Prof BJ Habibie. Ia berharap dengan tidak ada lagi kekosongan di kursi Ketua Dewan Penasihat ICMI,  Kiai Ma'ruf dapat berkolaborasi dengan ICMI dan membangun bangsa.

"Sekarang sudah tidak ada lagi kekosongan di ICMI. Ketua Dewan Kehormatan Pak JK, dan Ketua Dewan Penasihat pak Ma'ruf, dengan begitu kita bisa kolaborasi dengan ulama dan umaro lebih sering untuk membangun bangsa ini," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan kesediannya menjadi Ketua Dewan Penasihat ICMI. Bahkan, Kiai Ma'ruf berkelakar soal dirinya yang memang ahli di bidang penasihat di beberapa organisasi.

"Sepertinya saya memang ahlinya dibidang ketua dewan penasihat. IAEI Ketua Dewan Penasihat, di Masyarakat Ekonomi Syariah juga Ketua Dewan Penasihat, sekarang di ICMI juga Ketua Dewan Penasihat. Saya ucapkan terimakasih," ungkapnya.

Ia berharap, Silaknas ICMI 2019 bisa menjawab tantangan yang dihadapi oleh umat pada saat in. Diantaranya, pertama, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, kedua, menghilangkan kemiskinan dan ketimpangan. Kemudian ketiga imunisasi umat dari penyebarluasan radikalisme dengan menggunakan simbol-simbol agama. Semuanya sesuai dengan prioritas utama Pemerintahan Jokow-Ma’ruf Amin untuk menuju Indonesia maju, yakni Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Reformasi Birokrasi dan Transformasi Ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00