Banyak Difabel Putus Sekolah di Sumbar Karena Akses

KBRN, Padang: Ketersediaan layanan dan sarana bagi masyarakat difabel di Provinsi Sumatera Barat belum terpenuhi secara optimal. Salahsatunya layanan dasar bidang pendidikan. Jumlah dan keberadaan sekolah luar biasa, serta sekolah inklusi di daerah, menjadi salahsatu kendalanya. Hal itu diungkapkan Yulidarti, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyah Kabupaten Sijunjung.

“Masih banyak anak-anak disabilitas usia sekolah yang ketinggalan. Hanya terhenti sampai sekolah dasar. Belum dirangkul untuk melanjutkan. Apalagi mereka yang di pedalaman. Susah kalau pergi ke sekolah, tidak ada kendaraan,” ungkap Yulidarti, yang menerima penghargaan tokoh masyarakat peduli disabilitas pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Padang, Selasa (3/12/2019).

Kondisi itu, menurut Yulidarti, diperparah dengan pola pikir orang tua anak difabel yang belum menyadari pentingnya pendidikan. Tak sedikit para orang tua yang mengaku malu memiliki anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka memilih merumahkan anaknya.

“Kesadaran orang tua juga masih rendah. Mereka malu menyekolahkan anaknya, sehingga mengurung anaknya yang difabel di rumah saja,” bebernya.

Yulidarti menegaskan, anak-anak difabel secara fisik memang memiliki kekurangan dibanding anak-anak kebanyakan. Akan tetapi, dibalik itu semua, mereka memiliki bakat yang lebih, jika bakat itu diasah dengan baik.

Yuli berharap, perhatian bagi anak-anak difabel terus ditingkatkan, khususnya ketersediaan sekolah inklusi dan luar biasa. Sebab, kaum difabel memiliki hak yang sama di segala bidang dengan masyarakat lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00