Pembagian SIM C Sesuai CC Motor Kurang Relevan

KBRN, Padang : Kepolisian Negera Republik Indonesia (Polri) telah merilis peraturan Kepolisian nomor 5 tahun 2021 tentang penerbitan dan penandaan SIM. Aturannya, SIM C kini dibagi dalam tiga kategori yang dikelompokkan berdasarkan centimeter cubic (CC) motor.

Pertama SIM C, berlaku untuk motor berkapasitas silinder mesin sampai dengan 250 CC, dan SIM C I,  kapasitas silinder mesin di atas 250 sampai dengan 500, dan SIM C II, kapasitas di atas 500 CC. Aturan ini sudah berlaku namun masih dalam tahap sosialisasi hingga Agustus atau September 2021. Setelah itu, pengendara motor dengan kapasitas silinder di atas 250 cc harus meningkatkan SIM C miliknya.

Menanggapi aturan itu, Pengamat transportasi dari Universitas Andalas Yossyafra mengatakan, SIM C untuk pengendara sepeda motor yang dibagi menjadi tiga bagian harus memperhatikan pengelompokannya. Sebab kalau hanya sekedar CC kendaraan yang menjadi dasarpembagian dinilai kurang relevan.

Menurut Yossyafra, pembagian SIMitu harusnya lebih kepada pembedaan penggunaan kendaraan atau bentuk kendaraan tersebut. Misalnya saja pembagian SIM A biasa dengan SIM A umum, lebih kepada penggunaan dan juga fungsi kendaraan tersebut.

SIM A biasa yang diperuntukkan bagi kendaraan pribadi yang dibedakan dengan SIM A umum untuk pengendara kendaraan umum yang dinilai relevan.

"Kalau kendaraan roda empat pribadi itu kan hanya untuk kendaraan pribadi, sementara untuk SIM A umum, itu untuk kendaraan umum yang fungsinya sangat berbeda dengan kendaraan pribadi," lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk kendaraan umum, mengapa dikategorikan berbeda, karena akan sering berhenti, menggunakan pintu yang terbuka dan juga memikirkan keselamatan banyak orang seperti penumpang.

"Sementara untuk SIM C ini, dibagi hanya karena perbedaan CC dan tenaganya saja. Saya rasa harus ada perbedaan yang lebih signifikan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00