Gula Merah Saka Saat Ramadhan Tiba

KBRN, Padang:  Gula merah yang biasa dikenal masyarakat tidak hanya dihasilkan dari olahan pohon aren namun juga ada yang di produksi dari tebu, yang biasa disebut masyarakat minang Gulo saka.

Tidak hanya gula pasir, gula merah menjadi salah satu produk olahan yang diserbu saat Ramadhan dan dijadikan salah satu bahan pelengkap kolak, bubur sum-sum dan godok batinta. Kolak yang biasa disajikan sebagai tajil, atau makanan pembuka saat berbuka puasa yang biasanya berbahan baku labu atau pisang memang manis dan sangat pas disantap saat berbuka puasa.

Kolak yang lezat biasanya tidak hanya berbahan gula pasir sebagai pemanis tetapi juga bisa dari gula aren ataupun gula merah yang berasal dari perasan tebu. Karena manis, gula merah atau gulo saka sering menjadi sumber pemanis makanan seperti kolak dan aneka makanan lainnya yang laris di bulan Ramadan. Inilah yang membuat penjualan gula merah naik di bulan suci ini.

Pedagang sekaligus produsen gula merah di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam salah satunya Muhammad Sawir yang biasa di sebut Win Saka, mengelola tebu sampai menjadi gula merah dan di perjual belikan sudah merupakan pekerjaan sehari-hari untuk menghidupi keluarga. Sangat berbeda dengan tahun kemarin dimana harga gula merah saka pada Ramadhan 1441 H ikut anjlok karena pandemi covid-19. Kenaikan permintaan gula merah di bulan Ramadan 1442 H ini sudah dirasakannya 15 hari menuju Ramadhan, dan hal ini sudah biasa terjadi.

"Harga gula merah saka dihari normal berkisar 17 sampai 18 ribu per kilogram, saat ini sudah mencapai 20 ribu per kilo gram," jelasnya.

Menurut Muhammad Sawir pekerjaan membuat gula merah tebu sangat membutuhkan tenaga ekstra mulai dari mengambil tebu, mengambil kayu bakar berukuran besar dan memeras tebu tersebut dengan pengilangan sebanyak tiga kali, proses perebusan sari tebu memakan waktu 3 sampai 4 jam.

Gula merah saka biasa dipasarkan pada hari-hari tertentu, seperti setiap subuh pada hari Selasa di pasar Koto Baru Padang Panjang dan hari Rabu atau Sabtu di pasar Aur Kuning Bukittinggi. Muhammad Sawir berharap harga gula merah saka tetap membaik dan tidak turun lagi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00