Direspon Positif, Pemko Padang akan Serahkan Konsep Pengembangan Sapi Perah Juni Mendatang

KBRN, Padang : Pemerintah Kota Padang saat ini sedang menyusun konsep pengembangan sapi perah di Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta. Hal tersebut dilakukan usai mendapatkan respon positif saat kunjungan langsung dari Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, akhir pekan lalu.

"Kami dari Dinas Pertanian Kota Padang menargetkan penyelesaian konsep pengembangan sapi perah di Taman Hutan Raya Bung Hatta dapat dituntaskan selama satu bulan ke depan. Sebab, rancangan pengembangan sapi perah tersebut akan diantarkan Pemerintah Kota Padang kepada Menteri Pertanian pada Juni mendatang," kata Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat, kepada RRI di Padang, Selasa (13/4/2021).

Menurut Syahrial, Menteri Pertanian meminta Pemerintah Kota Padang  segera menyelesaikan konsep perencanaan pengembangan sapi perah tersebut, sehingga dapat dianggarkan pada tahun depan.

"Bulan lalu pak wali kota telah menemui pak menteri langsung untuk mengantarkan proposal pengembangan sapi perah di Tahura ini. Setelah itu, Sabtu lalu pun pak menteri telah meninjau langsung ke lokasi dan menyambut baik, sehingga kami diminta segera menyerahkan konsepnya," ujarnya.

Syahrial mengatakan, tahap awal pengembangan sapi perah di Taman Hutan Raya Bung Hatta membutuhkan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk lahan seluas 50 haktare. Anggaran itu diperuntukan bagi pembersihan lahan dan pembangunan kandang. Namun secara keseluruhan hingga pembentukan pabrik pengolahan susu sapi, membutuhkan anggaran RP8 miliar lebih.

"Kalau untuk sapi perahnya nanti bantuan dari Kementan dari Batu Raden di Malang sebanyak 100 ekor," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat mengungkapkan, potensi pengembangan sapi perah di daerah ini sangat terbuka lebar. Sebab berdasarkan catatan yang dimiliki, hanya ada 74 ekor sapi perah yang menghasilkan sekitar 20 liter susu setiap hari. Jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan susu sapi bagi warga Kota Padang.

"Peluang inilah yang coba kami tangkap, dan pak menteri menyetujuinya. Karena konsepnya tidak hanya sekedar untuk produksi susu sapi, tetapi dapat juga dijadikan tempat edukasi bagi masyarakat melihat langsung proses pengolahan sapi perah," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00