TMMD 112 Kodim 0309/Solok, Realisasikan Mimpi Jadi Kenyataan

KBRN, Padang : Terik matahari menyapu semesta,  menebar rona pagi yang melecut semangat warga yang  mulai menapaki lembaran kehidupan baru. TMMD 112 yang  diselenggarakan Satgas Kodim 0309/Solok ibarat mata kail yang mengumpan lahirnya  peluang dan harapan untuk masyarakat optimis  menata kehidupan yang lebih baik. Seperti halnya kebahagiaan yang dirasakan keluarga Pardi, penerima manfaat program TMMD 112 Kodim 0309/Solok yang kini sudah menempati rumah  layak huni.

Dinding bambu yang penuh lubang  sudah berganti tembok kokoh yang membatasi  satu per satu ruangan. Atap rumah terlihat jauh lebih kokoh dari sebelumnya.  Fasilitas  hunian yang dibangun Satgas Kodim 0309/Solok di Nagari Tanjung Alai itu   jauh lebih baik dibanding kondisi hunian keluarga Pardi sebelumnya.  Tidak berlebihan,  jika kalimat syukur tidak hentinya diucapkan keluarga Pardi. Mereka  sama sekali tidak pernah membayangkan, program TMMD 112 Kodim 0309/Solok  berimbas nyata terhadap kehidupan keluarga kurang mampu itu.

“Saya sangat bersyukur  dan tidak pernah mengira, gubuk reot yang kami tempati sebelumnya telah berganti rumah  yang layak. Kami sangat bahagia karena di rumah ini, fasilitasnya sudah lengkap. Ada dapur, kamar dan toilet yang kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Pardi kepada RRI, Kamis, (14/10/2021).

Sebelumnya Pardi bersama istri dan keenam anaknya  menempati gubuk dengan kondisi bangunan  yang memprihatinkan. Lelaki berusia 66 tahun ini sehari-harinya  bergantung hidup dari  penghasilannya  sebagai buruh tani. Beruntung keenam anaknya masih  bisa bersekolah dengan bantuan beasiswa pendidikan yang diperoleh sang anak. Di rumah baru yang ditempatinya sekarang ini, Pardi dan istrinya bisa lebih nyaman menjalankan kehidupan.

“Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan  mereka tidak perlu cemas  saat hujan turun hujan karena atap yang bocor sudah berganti atap baru yang membuat  anak-anak  bisa tidur lebih nyaman,” ujar Rusmi, istri Pardi yang sehari-harinya bekerja serabutan untuk membesarkan putra-putrinya.

Sementara itu, Inayah, anak ketiga pasangan Pardi dan Rusmi tidak hentinya mengucapkan rasa syukur atas limpahan rezeki  yang diperoleh keluarganya. Menurut mahasiswi salah satu perguruan tinggi  Sumatera Barat itu, rumah  adalah istana bagi keluarga.

“ Bertahun kami menempati gubuk itu, banyak suka duka yang kami jalani. Untuk sekarang ini, kondisinya  sudah jauh berbeda.  Terima kasih  kami ucapkan untuk prajurit TNI yang sudah bekerja siang dan  malam, membangun hunian untuk kami tempati  bersama keluarga,” ungkap Intan kepada RRI.

Saat dikunjungi Satgas Kodim 0309/Solok, Intan dan saudara – saudaranya berjanji akan lebih giat lagi belajar demi masa dan cita-cita mulia,  membahagiakan kedua orang tuanya kelak.

Pengabdian di Luar Tembok Penjara

Selain mengerahkan 150 personil dari jajaran TNI AD, TMMD 112 Kodim 0309/Solok yang berlangsung di Nagari Koto Sani dan Nagari Tanjung Alai, Kabupaten Solok, pembangunan sasaran fisik juga dibantu warga binaan pemasyarakatan Sumatera Barat.

TMMD 112  sarat dengan nunsa kebersamaan,  merefleksikan keberagaman dan latar belakang kehidupan sosial  dalam satu bingkai persaudaraan. Hal itu diungkapkan Dandim 0309/Solok, Letkol Arm. Reno Triambodo kepada RRI, Rabu, (13/10/2021).

Sebanya 40 warga binaan pemasyarakatan Sumatera Barat dikerahkan untuk membantu percepatan sasaran fisik TMMD 112 yang diselenggarakan pada dua lokasi.

“ Fakta di lapangan menekankan kepada setiap individu, bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak melihat latar belakang kehidupan sosial seseorang. Dari balik tembok penjara pun, seorang narapidana masih bisa berbuat  dan  berkarya untuk negerinya, “ ungkap Dandim 0309/Solok, Letkol Arm. Reno Triambodo.

Melalui program asimilasi terbatas, warga binaan pemasyarakatan yang telah memenuhi persyaratan dapat langsung menunjukkan sumbangsihnya terhadap masyarakat. Berbekal keterampilan yang dimiliki, warga binaan pemasyarakatan Sumatera Barat berbaur dengan Satgas Kodim 0309/Solok, membangun sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari pembukaan jalan, pembangunan irigasi, renovasi bangunan publik, penyuluhan sasaran non fisik hingga membangun 5 unit hunian layak huni untuk keluarga kurang mampu pada dua kenagarian tersebut. Alhasil,  memang tidak sia-sia, pengorbanan yang diperbuat warga binaan pemasyarakatan Sumatera Barat. Masa pengabdian yang relatif  singkat berbuah nyata,  sekaligus membuka peluang  untuk warga  bisa mengembangkan potensi daerah.

Hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Barat, R. Andika Dwi Prasetya yang menyatakan, program asimilasi terbatas memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mereka bisa menunjukkan pengabdiannya kepada masyarakat.

“ Tak ada satu pun ciptaan Tuhan  di muka bumi  yang tidak  berguna, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang dalam kesehariannya dianggap sampah masyarakat. Opini negatif yang disandangkan masyarakat kepada penghuni penjara tidak serta merta menyurutkan langkah dan keinginan 40 warga binaan  mundur dari kegiatan,” ujarnya.

Sebaliknya warga binaan pemasyarakatan  jelas R. Andika Dwi Prasetya semakin tertantang untuk menunjukkan jiwa pengabdiannya  terhadap nusa, sebagaimana ditegaskan Indra, warga binaan pemasyarakatan Sumatera Barat   yang mendapat kesempatan berkiprah pada program asimilasi terbatas tersebut. Di lokasi TMMD 112 Kodim 0309/Solok, Indra bersama rekannya berbaur dengan Satgas Kodim 0309/Solok yang juga dibantu warga lainnya. Semangat gotong royong terpampang nyata.  TNI, warga binaan pemasyarakatan dan masyarakat saling rangkul, bahu membahu dalam pengerjaan sasaran fisik TMMD.

Lebih kurang satu bulan lamanya, warga binaan pemasyarakatan menunjukkan baktinya kepada masyarakat. Mereka berkucur keringat di bawah terik matahari demi mewujudkan harapan masyarakat, memiliki jalan yang layak, pengairan yang memadai dan sarana lain untuk mereka bisa meningkatkan taraf kesejahteraan hidup di masing-masing daerah.

Memang tidak sia-sia niat baik yang didasari ketulusan. Alhasil, curah keringat warga binaan pemasyarakatan berbalas ungkapan bahagia warga  sekitar. Suasana perpisahan diselimuti  tangis haru  warga yang seakan tak rela berpisah dengan orang-orang yang sudah mencurahkan perhatiannya siang dan malam untuk   pemenuhan kebutuhan warga.

Menyulap Jalan Kerbau di Sekitar Ngalau

Kesabaran warga pada akhirnya berbuah manis. Setapak yang mulanya hanya dilewati hewan ternak sejenis kerbau,  kini sudah bisa menampung berbagai aktifitas masyarakat. Pembukaan jalan sepanjang 1127 meter itu hadirkan  berbagai peluang.  Masyarakat dari dua kenagarian bisa lebih leluasa dalam beraktifitas karena  jalan yang semula berupa setapak yang kanan kirinya  dipenuhi semak belukar,  kini sudah  bisa dilewati kendaraan roda empat. Yurdam, Walinagari Tanjung Alai mengatakan,  akses jalan tidak hanya berkontribusi untuk kepentingan transportasi. Sisi lainnya yang juga tersentuh langsung adalah pariwisata daerah.

“ Nagari Tanjung Alai dikenal dengan  pemandangan alamnya  yang eksostis. Namun keindahan tersebut seringkali  luput dari perhatian masyarakat disebabkan akses menuju lokasi yang kondisinya tidak memadai. Pembukaan jalan otomatis membuka peluang  untuk orang-orang bisa berkunjung ke lokasi wisata,” ujarnya kepada RRI, Kamis, (14/10/2021).

Hal senada diungkapkan Yola, warga Nagari Tanjung Alai yang berharap pembukaan jalan yang diinisiasi TNI AD tersebut berlanjut pada proses berikutnya. Untuk saat ini, kondisi jalan yang dibuka  sudah jauh lebih baik, namun tetap harus ada kelanjutan program untuk tercapainya sasaran kegiatan. Menurut Yola, di Nagari Tanjung Alai terdapat kawasan wisata yang menyerupai sebuah goa.  Untuk sampai ke goa di bukit batu tersebut, pengunjung melewati setapak berliku dan terjal. Pembukaan jalan otomatis mendukung upaya pengembangan kawasan wisata yang selama ini diselimuti dilema. Pemandangan yang indah saja  tidak  cukup  untuk pemerintah bisa memberdayakan alam yang terbentang luas. Harus  pula didukung sarana transportasi yang memadai seperti halnya ketersediaan jalan untuk pengunjung bisa sampai ke lokasi dengan perasaan nyaman.

Warga lainnya yang juga menaruh harapan besar dari pengembangan kawasan wisata setempat adalah Nurman.  Kepada RRI,  ia mengutarakan niatnya  membuka usaha kuliner setelah rampungnya pembukaan jalan menuju kawasan wisata goa.

“ Dengan usaha baru tersebut, otomatis penghasilan warga bisa ditingkatkan. Kehidupan warga bisa lebih baik karena mereka tidak  harus bertumpu pada satu bidang usaha,” ujar Nurman.

Apa yang diperbuat TNI AD di pelosok negeri nyatanya tidak pernah sia-sia. Pembangunan jalan sejatinya membuka peluang usaha baru untuk warga bisa meningkatkan kemakimuran hidup.

Bidik Program Non Fisik

TMMD 112 Kodim 0309/Solok tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik seperti jalan, drainase, bangunan publik dan lainnya. Orientasi kegiatan juga mengarah pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersifat non fisik seperti halnya pembekalan wawasan kebangsaan kepada pelajar sekolah, sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi muda, penyuluhan kesehatan masyarakat, program KB dan lainnya.

Kesemua itu sebagaimana diungkapkan Dandim 0309/Solok adalah bagian dari kegiatan TMMD yang dilaksanakan secara berkelanjutan di daerah-daerah yang masyarakatnya membutuhkan perhatian lebih. Melalui sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan satgas dari rumah ke rumah, warga memahami pentingnya pengetahuan dan informasi  terkait bahaya narkoba dan  senantiasa menanamkan semangat nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat. Pandemi Covid19 bukan alasan  untuk prajurit  TNI AD berpangku tangan dalam rentang waktu yang belum bisa dipastikan . Harus ada gebrakan dan TMMD adalah momen tepat untuk melakukan semua itu.

“ Lebih kurang satu bulan penyelenggaraan program TMMD 112 di Kabupaten Solok, warga dari dua kenagarian mendapatkan penyuluhan dari petugas  tentang ragam pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui,” ujar Dandim 0309/Solok, Letkol Arm. Reno Triambodo.

Hal senada diungkapkan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin. TMMD merupakan bagian dari operasi dan  wujud nyata  bakti TNI AD terhadap nusa dan bangsa. Bakti kepada nusa dan bangsa dapat diwujudkan melalui  pengabdian yang tiada henti,  membantu kesulitan mayarakat dengan memperbaiki infrastruktur, akselerasi program  dengan tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat. TMMD sarat dengan nilai-nilai luhur yang mencerminkan perilaku dan karakter bangsa yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam kehidupan sosial  dan  hal itu sejalan dengan tema yang diusung program regular TNI AD tahun ini, TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri.

Idealnya, tidak ada pekerjaan yang berat jika dikerjakan bersama-sama. Serumit apa pun dilema yang membelit kehidupan warga, dengan jiwa gotong royong, tak ada yang tak mungkin. Nilai-nilai inilah yang dijunjung tinggi satgas TMMD  112 yang lebih memilih berpisah sementara waktu dengan  keluarga  demi  memenuhi harapan masyarakat di daerah pelosok.

Kepentingan masyarakat jauh lebih utama, mengalahkan segala-galanya.  Gayung bersambut, pengorbanan satgas yang tiada batas, menorehkan kenangan indah di hati masyarakat daerah. Masa tugas yang hanya beberapa pekan meningalkan  beragam catatan kisah.  betapa mulianya hati  prajurit TNI  AD  yang demi tugas dan tanggungjawab kepada nusa,  rela meninggalkan keluarga untuk sekian waktu lamanya. Masa tugas di lokasi TMMD  dihabiskan  untuk  mendalami keinginan masyarakat, mencarikan solusi untuk keluhan yang dihadapi, tidak peduli kondisi medan yang akan diterjuni.

Perasaan Haru Selimuti Momen Perpisahan

Setiap pertemuan pastinya berujung perpisahan. Istilah yang sehari-hari sering didengar namun sulit dilakukan.  Begitulah suasana yang terpampang ketika satgas TMMD 112 harus bertolak ke daerahnya masing-masing.  Tangis dan rasa haru menyelimuti perasaan orang-orang yang sekian waktu  berbaur  dan menyatu dalam  sebuah kegiatan.

Lebih kurang satu bulan bersosialisasi, menjalin kebersamaan dengan warga di kenagarian, pada akhirnya 150 prajurit TNI AD  yang dikerahkan di lokasi TMMD 112 harus kembali ke satuannya.  Rasa haru menyelimuti momen perpisahan satgas dengan warga sekitar, bahkan diantaranya ada yang menitikkan air mata. Saidah, warga Tanjung Alai ini tak kuasa menahan kesedihannya ketika harus berpisah dengan satgas TMMD 112.  Tidak  berlebihan kesedihan yang dirasakan nenek berusia 67 tahun ini.  Dari kegiatan inilah, ia dan dua cucunya bisa merasakan hangatnya hunian baru yang dibangun satgas TMMD 112.

“Terima kasih nak, telah mendirikan rumah untuk nenek tempati bersama cucu-cucu. Jika ada waktu, kunjungilah kami di sini,” ujar sang nenek sambil memeluk salah seorang prajurit yang mendatanginya ketika itu.

Kesedihan juga tidak bisa disembunyikan Ronal, pelajar kelas 5 SD Tanjung Alai. Bocah berusia 10 tahun ini menangis tersedu-sedu ketika salah seorang prajurit TNI AD yang dipanggilnya dengan sebutan  kakak pamit meninggalkan kampungnya. Betapa tidak, kehadiran satgas TMMD 112 di Nagari Tanjung Alai telah memberi warna baru bagi kehidupan anak-anak di kampung.  Mereka yang sebelumnya hanya menjadi penonton sepak bola, kini sudah bisa memainkan bola di lapangan. Satgas TMMD 112 telah mendirikan lapangan sepak bola untuk anak –anak di kampung bisa mengasah bakat olahraganya.

Hal lain yang tidak kalah penting, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan yang secara tidak langsung mendorong anak-anak muda di kampung untuk tetap optmiis melanjutkan perjuangan para pahlawan, mengawal  kedaulatan NKRI hingga tetes darah terakhir.

“ Saya termotivasi untuk bisa menjadi prajurit TNI, bisa menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman musuh mana pun,” ujar Dede, pelajar kelas 2 SMP Tanjung Alai yang kelak bercita – cita ingin menjadi prajurit TNI.

Begitulah indahnya persahabatan, persaudaraan yang dibangun dari jiwa   pengabdian  yang tulus kepada nusa. TMMD yang dilaksanakan secara reguler menorehkan kenangan dan harapan untuk masyarakat bisa menata kehidupan yang lebih baik. Kemanunggalan  dan semngat gotong royong TNI AD  di pelosok negeri tidak akan pernah mati sejalan dengan ikrar NKRI harga mati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00