FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi dan Prokes Menyelamatkan dari Bahaya Covid-19

KBRN, Padang : Hampir satu bulan lamanya Mairizon "bertarung" melawan Covid-19. Namun berkat vaksinasi yang telah dilakukan pada awal tahun ini, tingkat kesakitan yang dirasakan jauh berkurang.

"Vaksinasi yang membantu saya saat  positif Covid-19," hal itu diungkapkan oleh Mairizon, seorang penyintas Covid-19.

Pria paruh baya ini menceritakan, ia dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali dari Kota Bukittinggi pada Agustus lalu. Awalnya, saat di Bukittinggi bersama keluarga, sang istri mengalami gejala seperti Covid-19 yakni demam dan batuk-batuk.

"Kemudian saat berada di hotel, saya memberikan obat untuk istri agar demamnya dapat turun karena akan kembali ke Kota Padang," katanya kepada RRI di Padang, Minggu (26/9/2021).

Lanjut Mairizon yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang ini, namun sesampainya di Kota Padang, suhu tubuh istri kembali panas dan mengalami beberapa gejala lainnya. Dengan kondisi dimaksud, ia  memutuskan membawa sang istri untuk melakukan tes PCR Swab.

Tidak menunggu lama, hasil tes itu keluar keesokan harinya dan istrinya dinyatakan positif Covid-19. Saat istri Mairizon, dinyatakan positif, ia baru merasakan gejala seperti hilangnya indera penciuman dan perasa.

"Saya mengalami kehilangan indera penciuman selama beberapa hari," ujarnya.

Setelah mengetahui hasil tersebut, ia dan dua orang anaknya langsung melakukan tes PCR swab. Lalu ketika hasil tes PCR Swab keluar, Mairizon dan anaknya juga dinyatakan positif Covid-19.

Kendatipun satu keluarga terpapar Covid-19, tetapi pihaknya tetap semangat agar dapat kembali sembuh atau dinyatakan negatif dari hasil PCR swab.

Mairizon mengungkapkan ketika dinyatakan positif, CTnya yakni 20, tetapi tidak merasakan gejala apa-apa pun selain hilangnya penciuman. Padahal sebutnya, menurut dokter, dengan CT 20 tersebut dan dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi, ia sudah berada di ruang ICU. Namun karena Mairizon sudah melakukan vaksinasi beberapa bulan lalu, sehingga saat dinyatakan positif tidak terlalu berpengaruh terhadap tubuh.

"Alhamdulilah saya sudah divaksin pada awal tahun ini. Saya hanya merasa hilang penciuman tidak ada gejala lainnya juga," ungkapnya.

Lanjut Mairizon, setelah sepekan, ia kembali melakukan tes PCR Swab yag dijadwalkan oleh pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat. Hasilnya, CT sudah naik menjadi 28, tetapi masih dinyatakan positif.

Pertarungannya terus berlanjut. Sebab Mairizon masih dinyatakan positif setelah melakukan tes PCR Swab ketiga dengan angka CT kembali pada 20. Meskipun kaget dengan hasil dimaksud, tetapi Mairizon tetap semangat melawan Covid-19 dengan terus berolahraga dan meminum vitamin serta beberapa obat lainnya agar imunitas dapat kembali meningkat.

"Saya tetap semangat walau hasilnya belum negatif," katanya.

Akhirnya, pada hari ke 29 setelah kembali melakukan PCR Swab Mairizon dinyatakan negatif atau sembuh. Mairizon merasa sangat terbantu dengan vaksinasi yang ia lakukan pada awal tahun ini. Sebab jika belum divaksin, tentunya kondisi Mairizon akan jauh lebih parah dan mengalami kesakitan  karena harus menggunakan ventilator untuk dapat berjuang sembuh.

Mairizon mengimbau agar masyarakat mau melakukan vaksinasi. Lantaran dengan divaksin Covid-19, maka dapat membantu meringankan kesakitan saat virus tersebut menyerang tubuh.

"Sebaiknya segara lakukan vaksinasi," ujar Mairizon.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengungkapkan, Pemerintah Kota Padang bertekad dapat segera memenuhi target capaian vaksinasi Covid-19 minimal dari pemerintah pusat. Sebab untuk dapat keluar dari status PPKM level 4, capaian vaksinasi minimal yakni 37 persen dari target, sedangkan saat ini realisasi vaksinasi Covid-19 di Kota Padang baru mencapai 35 persen.

Menurutnya, berbagai upaya dan langkah telah dipersiapkan, agar target vaksinasi 37 persen dapat dicapai dalam sepekan ini. Misalnya saja, telah melakukan sosialisasi, dan edukasi untuk vaksinasi pelajar. 

"Kemudian bekerjasama dengan TP PKK agar lansia dapat divaksin," katanya.

Wali Kota Padang Hendri Septa menambahkan, percepatan pencapaian vaksinasi Covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan harapan kekebalan imun kelompok atau herd imunnity dapat terbentuk sehingga pandemi dapat segera berakhir.

Namun terpenting, Hendri tetap mengingatkan agar masyarakat terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Meskipun angka positif telah menurun dan telah divaksin, tetapi protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Tetap menggunakan masker dengan baik dan benar, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas harus tetap dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00