Masjid Raya Ganting Masuk Salah Satu Cagar Budaya Kota Padang

KBRN, Padang : Masjid Raya Ganting menyimpan sejarah panjang dan menjadi catatan tentang percampuran budaya yang terjadi di Kota Padang. Dengan arsitektur yang unik, masjid ini menggambarkan percampuran antar budaya.

Ketua Umum Masjid Ganting H Munandar Maska menyampaikan bahwa masjid Ganting  Ganting telah berdiri sejak berdiri kokoh sejak awal tahun 1805. Rumah ibadah umat muslim Kota Padang ini, menyimpan sejarah panjang penyebaran syariat islam. Bisa disebut, Masjid Ganting merupakan masjid tertua di Kota Padang.

Munandar Maska menyampaikan untuk awal mulanya Masjid Ganting berada di kaki Gunung Padang, kemudian pemerintah belanda memindahkannya ke tepi sungai aru karena hendak membangun Teluk Bayur. Lokasi terakhir, Masjid Masjid Raya Ganting pindah ke jalan Ganting, Kota Padang.

Ada tiga tokoh masyarakat yang membangun masjid ganting ini yaitu Angku Gapuak seorang saudagar kaya, Angku Syekh Haji Uma kepala kampung ganting dan Angku Kapalo Koto seorang ulama yang terkenal pada masa itu.

“Ketiga mereka ini bisa disebut tiga tungku sajarangan di waktu itu,” ucap Munandar Maska kepada RRI (Jumat, 23/04/2021).

Sampai saat ini, Masjid Ganting memiliki 25 tiang segi enam. Setiap tiang berhiaskan kaligrafi nama dua puluh lima nabi. Dilihat arsitektur bangunan yang unik dengan campuran desain dari cina, eropa dan timur tengah. Dengan arsitektur yang sederhana sekaligus mewah, menyimpan kisah dan rangkaian torehan sejarah.

Ketua Umum Masjid Ganting H Munandar Maska menambahkan Masjid Ganting menjadi salah satu pesona islami di kota padang yang patut dibanggakan. Selain itu, Masjid Raya Gantiang juga ditetapkan menjadi salah cagar budaya yang ada di Kota Padang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00