Jenis Pemeriksaan Tepat untuk Cek Diabetes Melitus

KBRN, Padang : Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang sudah sering terjadi. Penyakit ini sering disebut juga sebagai penyakit gula darah, karena ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) darah hingga di atas normal. Orang yang mengalami diabetes melitus perlu segera mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya agar tidak terjadi komplikasi. 

Namun sayangnya, gejala diabetes seringkali muncul secara bertahap, sehingga banyak orang tidak sadar bahwa dirinya sudah terjangkit penyakit ini. Itulah mengapa cukup penting bagi kamu yang memiliki risiko diabetes untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Yuk, ketahui pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk cek diabetes melitus di sini.

Sekilas Tentang Diabetes Melitus

Diabetes melitus bisa terjadi karena tubuh tidak menghasilkan jumlah insulin yang cukup atau insulin tidak berfungsi sebagaimana mestinya., sehingga akhirnya mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. 

Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena adanya kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh pengidap sendiri yang menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Sedangkan diabetes tipe 2, disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa dipergunakan dengan baik.

Diabetes melitus lebih sering terjadi dibandingkan diabetes tipe 1. Nah, diabetes yang tidak dikontrol dengan baik ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi, bahkan kematian.

Pemeriksaan untuk Cek Diabetes Melitus

Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Dengan melihat hasil pengukuran gula darah, bisa diketahui apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu.

Berikut ini metode tes gula darah yang bisa dijalani oleh pengidap untuk cek diabetes melitus:

1. Tes Gula Darah Sewaktu

Tujuan tes ini dilakukan adalah untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Untuk menjalani tes ini, pengidap tidak perlu berpuasa terlebih dahulu. Bila hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, maka pengidap bisa dikatakan positif mengidap diabetes.

2. Tes Gula Darah Puasa

Sedangkan tes gula darah puasa, bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pengidap diabetes melitus dalam kondisi puasa. Untuk menjalani tes ini, pengidap akan diminta untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Setelah itu, baru akan diambil sampel darahnya untuk mengetahui kadar gula darahnya. 

Bila hasil tes gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL, maka kadar gula darah masih normal. Namun, bila hasil tes gula darah berada di antara 100–125 mg/dL, maka pengidap mengalami kondisi yang dinamakan prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa yang berada di angka 126 mg/dL atau lebih, menunjukkan bahwa pengidap positif mengidap diabetes.

3. Tes Toleransi Glukosa

Pengidap juga perlu berpuasa terlebih dahulu selama semalam untuk menjalani tes ini. Kemudian, pengidap diabetes melitus akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut selesai dilakukan, pengidap akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian, sampel gula darah akan kembali diambil setelah 2 jam minum larutan gula. 

Bila hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL, berarti kadar gula darah masih normal. Sedangkan hasil tes toleransi glukosa yang berada di antara 140–199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih berarti pengidap positif mengidap diabetes.

4. Tes HbA1C (Glycated Haemoglobin Test)

Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pengidap selama 2–3 bulan ke belakang. Melalui tes ini, petugas akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

Untuk menjalani tes HbA1C, pengidap tidak perlu berpuasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 persen menunjukkan kondisi normal. Sedangkan hasil tes HbA1C yang berada di antara 5,7–6,4 persen, menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes HbA1C di atas 6,5 persen berarti pengidap mengalami diabetes.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar