Jangan Disepelekan, Hepatitis B Bisa Jadi Kronis dan Akut

KBRN, Padang : Hepatitis B adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kondisi ini bisa menimbulkan gejala penyakit dan ada kemungkinan menjadi penyakit jangka panjang alias penyakit kronis. Secara umum, hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada organ hati. Lalu, infeksi dapat menyebabkan terjadinya peradangan hati (hepatitis). 

Virus penyebab penyakit ini, yang disebut dengan virus hepatitis B, menyerang sel-sel hati yang kemudian menyebabkan peradangan. Setelah menginfeksi, peradangan yang terjadi bisa bersifat sementara atau akut, sampai akhirnya menjadi kronis atau peradangan tetap. Biar lebih jelas, simak ulasannya di artikel berikut ini! 

Mengenal Lebih Jauh tentang Hepatitis B

Setelah virus menginfeksi, bisa muncul peradangan yang bersifat akut maupun kronis. Hepatitis B akut menghasilkan gejala yang jelas dan pengobatan difokuskan pada pencegahan kerusakan hati jangka panjang dan penularan penyakit. 

Sedangkan orang dengan kondisi hepatitis B yang tidak mengalami gejala pada saat terinfeksi virus hepatitis B dan kemungkinan besar tidak akan pernah mengalami efek negatif. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Southern Cross, 40 persen pembawa virus hepatitis B akan terus mengembangkan kerusakan hati di kemudian hari. Selama bertahun-tahun, kerusakan pada hati ini dapat menyebabkan sirosis yang meningkatkan risiko kanker hati. Pembawa hepatitis kronis juga bisa menularkan virus ke orang lain.

Banyak orang yang terinfeksi hepatitis B tidak mengembangkan gejala penyakit karena tubuh berhasil melawan virus. Orang-orang ini kemudian kebal terhadap virus dan tidak dapat tertular hepatitis B lagi. 

Hepatitis B akut biasanya bersifat ringan dan bisa sembuh total. Sementara itu, hepatitis B kronis adalah kondisi yang lebih serius dan dapat menyebabkan komplikasi seperti fibrosis hati atau sirosis (jaringan parut pada hati), gagal hati, dan kanker hati.

Apa perbedaan gejala hepatitis B kronis dan akut? Hepatitis B akut biasanya merupakan penyakit ringan, jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami berbeda antar individu dan bergantung pada faktor-faktor seperti usia dan kesehatan secara umum. Gejalanya meliputi:

1. Kelelahan.

2. Demam.

3. Sakit kepala.

4. Penyakit kuning (kulit dan mata kekuningan).

5. Penurunan berat badan.

6. Nafsu makan menurun.

7. Mual dan muntah.

8. Bau mulut dan rasa pahit di mulut.

9. Urine berwarna cokelat tua.

10. Nyeri di perut bagian kanan, tepat di bawah tulang rusuk. 

Kebanyakan orang yang mengalami kondisi ringan akan sembuh total dalam empat hingga delapan minggu, meskipun dalam kasus di mana kondisinya lebih parah, pemulihan bisa memakan waktu beberapa bulan. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, hepatitis B akut dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan dalam kasus yang sangat jarang dapat berakibat fatal. Setelah sembuh dari hepatitis B akut, seseorang menjadi kebal dan tidak dapat menularkan virus kepada orang lain.

Beberapa orang yang terinfeksi virus hepatitis B akan mengembangkan hepatitis B kronis dan menjadi pembawa virus. Mayoritas orang yang menjadi pembawa hepatitis B tertular virus sejak bayi atau pada masa kanak-kanak. 

Komplikasi hati yang serius dari hepatitis B kronis dapat dicegah jika penyakit ini terdeteksi dan diobati pada tahap awal. Penyakit ini diobati dengan obat antivirus yang bekerja dengan cara mengurangi pertumbuhan virus dalam tubuh dan memungkinkan sistem kekebalan untuk mengendalikan infeksi. 

Pengidap hepatitis B kronis harus menjaga pola makan yang sehat dan menghindari alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu. Tes darah rutin diperlukan untuk memantau fungsi hati. Biopsi hati juga direkomendasikan untuk memantau keseriusan kerusakan hati dari waktu ke waktu.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar