7 Jenis Penyakit Arthritis Autoimun yang Dapat Terjadi

KBRN, Padang : Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di dalam tubuh yang sehat. Normalnya, sistem kekebalan tubuh menyerang virus, bakteri, atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh dan memicu munculnya gangguan kesehatan. Namun, sistem imun tubuh pada pengidap autoimun melihat sel sehat dalam tubuh sebagai organisme asing.

Pada pengidap arthritis autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang bagian sendi dan menyebabkan adanya peradangan pada lokasi tersebut. Nah, sebaiknya kenali berbagai jenis penyakit arthritis autoimun agar kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan baik.

Jenis Penyakit Arthritis Autoimun

Tidak ada salahnya kamu mengenali berbagai jenis penyakit arthritis autoimun agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik. Berikut jenis penyakit ini:

1. Rheumatoid Arthritis

Penyakit ini dikenal juga sebagai rematik dan biasanya ia memengaruhi persendian pada bagian tangan, pergelangan tangan, hingga lutut. Kerusakan yang terjadi pada jaringan akibat penyakit ini dapat menyebabkan rasa nyeri kronis. Bukan itu saja, ada gejala lain yang terkait dengan rheumatoid arthritis, seperti:

Kaku pada salah satu sendi.

Bengkak pada sendi yang mengalami peradangan.

Bagian yang mengalami peradangan menjadi lemah.

Lemas.

2. Psoriatic Arthritis

Psoriatic arthritis biasanya dialami oleh pengidap psoriasis. Kondisi ini akan memengaruhi sendi dan ligamen yang terhubung dengan tulang. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih rentan dialami oleh kelompok usia 30 hingga 50 tahun. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait penyakit ini, seperti:

Nyeri dan pembengkakan pada tendon.

Pembengkakan pada jari tangan dan kaki.

Bengkak dan nyeri pada sendi tertentu.

Sendi terasa lebih kaku pada pagi hari.

3. Reactive Arthritis

Reactive arthritis dikenal juga sebagai Reiter’s Syndrome. Penyakit ini dapat terjadi sebagai reaksi terhadap infeksi oleh bakteri yang ditemukan pada saluran pencernaan. Ada beberapa jenis bakteri yang rentan memicu penyakit ini, seperti Chlamydia trachomatis, Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Yersinia.

Bakteri ini sebenarnya merupakan bakteri yang sangat umum, tetapi tidak semua orang yang terpapar bakteri ini dapat mengalami penyakit ini. Orang dengan kekebalan imun tubuh yang rendah lebih rentan mengalami reactive arthritis.

4. Spondilitis Ankilosa

Penyakit ini menyebabkan peradangan diantara persendian tulang belakang dan panggul. Spondilitis ankilosa dapat dialami oleh siapa saja, baik wanita maupun pria. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait dengan spondilitis ankilosa, seperti:

Peradangan.

Rasa nyeri pada persendian.

Bahu yang menjadi lebih kaku.

Gangguan kesehatan pada jantung dan paru-paru.

5. Axial Spondyloarthritis

Penyakit ini memengaruhi sendi panggul dan tulang belakang. Pada beberapa kondisi, persendian pada tangan dan kaki juga mengalami gangguan. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait penyakit ini, yaitu:

Nyeri punggung.

Kaku dan nyeri yang sangat buruk pada pagi hari.

Merasakan nyeri dan kaku akan menghilang saat berolahraga. Namun, saat beristirahat atau lama tidak melakukan aktivitas fisik, gejala ini akan kembali muncul.

6. Juvenile Arthritis

Penyakit ini merupakan arthritis yang dialami oleh anak-anak. Biasanya, penyakit ini dialami oleh anak yang memiliki usia di bawah 16 tahun. Ibu sebaiknya waspada terhadap beberapa gejala yang terkait dengan penyakit ini, seperti:

Nyeri sendi yang memburuk pada pagi hari dan membaik pada sore hari.

Pembengkakan pada beberapa bagian sendi.

Persendian terasa bengkak dan hangat saat disentuh.

Mengalami demam.

7. Palindromic Rheumatism

Penyakit ini ditandai dengan munculnya peradangan sendi yang memengaruhi bagian sendi lainnya selama berjam-jam atau beberapa hari. Biasanya, serangan dapat muncul tanpa pemicu atau gejala awal. Sendi jari, pergelangan tangan, dan lutut menjadi bagian sendi yang kerap mengalami kondisi ini. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar