Ketahui Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur

KBRN, Padang :  Tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi normal, terkadang ada pula wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada penyebab yang dianggap wajar, ada pulang yang perlu diwaspadai karena dianggap sebagai tanda munculnya penyakit tertentu. 

Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur 

Biasanya siklus menstruasi berlangsung empat hingga tujuh hari. Nah, contoh masalah pada siklus menstruasi yang sering terjadi antara lain: 

Menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari

Kehilangan tiga atau lebih periode menstruasi berturut-turut

Aliran menstruasi jauh lebih berat atau lebih ringan dari biasanya. 

Oleh sebab itu, penting bagi setiap wanita mengenali penyebab siklus haid tidak teratur. Di antara penyebab yang umum terjadi yaitu sebagai berikut:

1. Sedang Masa Menyusui

Siklus menjadi tidak teratur pada wanita yang baru melahirkan dan sedang menyusui. Dalam hal ini, siklus haid tidak teratur tergolong normal dan wajar terjadi. Jika nanti masa menyusui sudah selesai maka siklus haid pun akan kembali teratur seperti sedia kala.

2. Perimenopause

Perimenopause adalah masa sebelum wanita mengalami menopause. Pada masa ini, siklus datang bulan menjadi tidak lancar dan tidak teratur. Jadi perubahan siklus merupakan hal yang wajar terjadi. 

Sementara itu, perimenopause membuat hormon progesteron di dalam tubuh jadi tidak seimbang. Sehingga pada masa ini, datang bulan pun dapat berlangsung lebih singkat atau lebih lama dari biasanya.

3. Stres

Terlalu banyak beban pikiran atau stres dapat memengaruhi hipotalamus yaitu salah satu bagian otak yang mengatur siklus haid. Jika hipotalamus terganggu, maka hormon menjadi tidak seimbang dan siklus haid pun tidak teratur. Saat stres biasanya siklus haid jadi tidak teratur, seperti misalnya siklusnya jadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.

4. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid bertugas untuk menjaga keseimbangan hormon guna mengatur metabolisme tubuh dan juga periode datang bulan. Namun jika terjadi gangguan pada kelenjar tiroid, maka kelenjar ini pun tidak dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Alhasil, siklus haid pun jadi terganggu dan tidak teratur. 

Selain siklus haid, suasana hati pun turut terpengaruh gangguan tiroid sehingga pengidapnya akan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

5. Endometriosis

Jaringan endometrium yang melapisi rahim biasanya akan rusak setiap bulan dan keluar bersama aliran menstruasi. Endometriosis sendiri adalah kondisi saat jaringan endometrium mulai tumbuh di luar rahim. 

Sering kali, jaringan endometrium menempel pada ovarium atau saluran tuba. Terkadang juga tumbuh di usus atau organ lain di saluran pencernaan bagian bawah dan di daerah antara rektum dan rahim. Endometriosis dapat menyebabkan perdarahan abnormal, kram, atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, serta hubungan seksual yang terasa sakit. 

6. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Pada pengidap PCOS, ovarium akan menghasilkan androgen dalam jumlah besar, yang merupakan hormon pria. Kantung kecil berisi cairan (kista) pun dapat terbentuk di ovarium. Terkadang seorang wanita dengan PCOS akan mengalami menstruasi tidak teratur atau berhenti menstruasi sama sekali.

Selain itu, kondisi ini dikaitkan dengan obesitas, infertilitas, dan hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan dan jerawat). Kondisi ini mungkin disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, meski penyebab pastinya belum diketahui. 

7. Alat Kontrasepsi

Haid tidak teratur juga dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB. Jenis pil kontrasepsi dengan dosis rendah memiliki efek samping siklus haid yang tidak teratur. Namun jenis kontrasepsi suntik dan spiral juga memiliki efek yang kurang lebih sama dengan pil KB.

8. Perubahan Berat Badan

Perhatikan apakah berat badan kamu dapat berubah-ubah secara drastis. Berat badan yang naik secara drastis dapat menjadi tanda adanya gangguan tiroid. Begitu pula jika berat badan turun secara drastis jika kamu melakukan diet. Pada wanita, gangguan tiroid memang sudah umum terjadi dan dapat menyebabkan perubahan siklus haid.

@HALODOC

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar