Bagaimana Cara Kerja KB Implan dalam Mencegah Kehamilan?

KBRN, Padang : KB implan adalah jenis kontrasepsi hormonal yang bisa menjadi pilihan pencegah kehamilan jangka panjang bagi wanita. Alat kontrasepsi ini berbentuk tabung plastik elastis, kira-kira seukuran batang korek api. KB implan bekerja dengan diletakkan di bawah kulit lengan atas. 

KB implan melepaskan hormon progesteron dosis rendah dan stabil untuk mengentalkan lendir serviks dan mengencerkan lapisan rahim (endometrium). Menurut CDC AS, tingkat kegagalan penggunaan KB implan sekitar 0,05 persen. Alat kontrasepsi ini memang terbukti dalam menekan ovulasi. 

Cara Kerja KB Implan dalam Mencegah Kehamilan

Saat KB implan dimasukkan ke dalam tubuh wanita, ia perlahan akan melepaskan hormon progestin yang disebut etonogestrel ke dalam tubuh. Progestin mencegah kehamilan dengan menghalangi pelepasan sel telur dari ovarium. Hormon tersebut juga mengentalkan lendir serviks untuk mencegah sperma memasuki rahim.

Jika kamu memasang KB implan selama lima hari pertama periode menstruasi, maka KB akan segera efektif melawan kehamilan. Namun, kamu dapat memasang KB implan kapan saja selama siklus menstruasi dan selama tidak sedang hamil.

Apabila KB implan dipasang pada hari lain dari siklus menstruasi, kamu harus menggunakan kontrasepsi tambahan (seperti kondom) selama 7 hari. Perlu diketahui juga, KB implan dapat digunakan hingga 3 tahun. Jika masih ingin mencegah kehamilan, maka kamu harus mengganti KB implan yang baru setelah 3 tahun. 

Kamu harus mengunjungi dokter saat memutuskan untuk menggunakan KB implan. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memasukkan implan di bawah kulit lengan atas. Pemasangan KB implan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Dokter biasanya akan memberikan anestesi lokal, yang membuat prosedur pemasangan implan tidak terasa sakit. 

Pro dan Kontra KB Implan

Seperti semua jenis metode pengendalian kehamilan, KB implan juga memiliki pro dan kontra.

Keuntungan KB implan meliputi:

  • Salah satu KB yang tingkat efektivitasnya tertinggi dari semua kontrasepsi.
  • Tidak perlu khawatir selama tiga tahun.
  • Kesuburan akan kembali segera setelah implan dilepas.
  • Cocok untuk wanita yang tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • Periode menstruasi lebih ringan atau tidak haid sama sekali. Menstruasi mungkin menjadi lebih pendek, atau bahkan berhenti sama sekali. 

Sementara itu beberapa kelemahan KB implan yaitu:

  • Tidak dapat mencegah infeksi menular seksual (IMS).
  • Biaya di awal yang mahal.
  • Membutuhkan kunjungan dokter.
  • Alat harus dilepas setelah tiga tahun.
  • Meskipun jarang terjadi, KB implan terkadang bergeser dari tempat awal diletakkan. Hal ini dapat membuat KB implan sulit ditemukan dan dikeluarkan oleh dokter. 

KB implan juga memiliki beberapa kemungkinan efek samping dan masalah lainnya, seperti:

  • Nyeri.
  • Memar atau bengkak di tempat pemasangan.
  • Kemerahan.
  • Infeksi.
  • Jaringan parut.

Efek samping lain yang mungkin terjadi termasuk:

  • Menstruasi tidak teratur.
  • Depresi dan perubahan suasana hati lainnya.
  • Penambahan berat badan.
  • Sakit perut atau mual.
  • Muncul jerawat.
  • Nyeri payudara, punggung, atau sakit kepala.
  • Pusing.
  • Kista ovarium non-kanker. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar