Cara Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Remaja

KBRN, Padang : Menerapkan kedisiplinan pada anak remaja bertujuan untuk membuat batasan agar anak terhindar dari perilaku menyimpang. Hal ini juga membantu anak untuk bisa lebih mandiri, bertanggung jawab, serta meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

Supaya anak remaja Bunda dan Ayah bisa menjadi lebih disiplin, berikut ini adalah cara yang bisa kalian lakukan:

1. Tetapkan batasan dan konsekuensi dengan jelas

Ajaklah anak berdiskusi tentang hal-hal apa saja yang perlu dibatasi dan jelaskan juga alasan realistis mengapa itu perlu dilakukan. Misalnya, jelaskan tentang bahaya merokok, konsumsi minuman beralkohol, atau seks bebas. Jadi, nggakasal buat aturan saja ya, tapi jelaskan juga alasannya.Bunda dan Ayah juga perlu membuat konsekuensi jikalau anak melanggar aturan. Sebagai contoh, ketika anak melanggar aturan jam malam maka harus digantikan dengan membantu Bunda membereskan rumah di akhir pekan. Pastikan aturan dan konsekuensi yang dibuat telah disepakati Bunda, Ayah, dan anak.

2. Tegas dan konsisten

Anak remaja kerap kali menegosiasikan sesuatu agar bisa melakukan apa yang mereka inginkan dan melanggar aturan. Nah, Bunda dan Ayah jangan sampai terkecoh, ya. Kalian harus tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan agar anak menjadi disiplin.Konsekuensi tetap harus dijalani ketika anak membuat kesalahan. Agar lebih adil, Bunda dan Ayah juga bisa memberikan apresiasi berupa pujian atau hadiah jika anak bisa menaati aturan.

3. Bina hubungan baik dengan anak

Coba deh bangun kepercayaan dan kedekatan dengan anak remaja Bunda dan Ayah. Perlu diketahui nih, memiliki hubungan yang baik memungkinkan anak lebih disiplin dan menaati aturan yang telah disepakati, lho.Buatlah jadwal rutin untuk melakukan family time. Ada banyak kok kegiatan yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan orang tua dengan anak, seperti menonton film bersama, memasak bersama, berolahraga, atau bercocok tanam di halaman rumah.

4. Hargai privasi anak

Anak remaja cenderung menginginkan lebih banyak privasi. Nah, Bunda dan Ayah harus mengerti itu, ya. Jangan sampai, Bunda dan Ayah terlalu protektif (pola asuh helikopter) dan membuat aturan yang mengganggu “zona pribadi” anak remaja kalian.Bukannya menjadi anak yang disiplin, terlalu mengekang anak justru memungkinkan ia membangkang dan melakukan hal yang tidak baik, lho.

5. Beri contoh yang baik

Disiplin menjadi salah satu perilaku baik yang bisa ditiru anak. Anak cenderung meniru kebiasaan yang dilakukan orang tuanya dibandingkan mendengarkan apa yang diperintahkan. Jadi, kalau Bunda dan Ayah ingin anak remaja kalian menjadi seorang yang disiplin, kalian juga harus melakukan hal yang sama, ya.Memang bukan hal yang mudah untuk menerapkan kedisiplinan pada anak remaja. Namun, Bunda dan Ayah perlu bersabar, ya. Jangan sampai terbawa emosi yang bisa membuat hubungan dengan anak remaja kalian menjadi kurang baik.

Sumber : Alodokter

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar