Kapan Bulimia Perlu Mendapatkan Penanganan Psikiater?

KBRN, Padang : Bulimia nervosa adalah salah satu gangguan makan di mana pengidapnya mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, dan mencoba mengeluarkannya setelahnya. Selama mengalami “pesta makan” ini, pengidapnya tidak bisa mengendalikan perilakunya sehingga mereka bisa terus menerus mengonsumsi makanan. 

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, pengidap bulimia akan mencoba segala cara untuk menurunkan berat badan. Contohnya seperti memuntahkan makanan, berpuasa ekstrim atau meminum pil pencahar.

Cara-cara tersebut dilakukan karena pengidapnya merasa jijik atau malu setelah makan berlebihan. Nah, satu-satunya cara untuk mengatasi perasaan tersebut adalah mengeluarkannya. Kondisi ini masuk ke dalam kategori masalah mental, sehingga pengidapnya perlu menemui psikiater. 

Lantas, kapan pengidap bulimia nervosa perlu menemui psikiater? Simak penjelasan berikut.

Kapan Bulimia Perlu Ditangani Psikiater?

Bulimia nervosa umumnya ditandai dengan perilaku “pesta makan”, tapi takut akan kelebihan berat badan. Pengidap bulimia mungkin sibuk untuk mempertahankan citra tubuhnya, sehingga mereka bisa mati-matian berpuasa, meminum pil diuretik sampai berusaha memuntahkan makanan supaya berat badannya tidak bertambah. Bila kamu memiliki tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera temui psikiater.

Pasalnya, bulimia yang berkelanjutan dapat memicu depresi. Selain depresi, bulimia berkepanjangan bisa sangat mempengaruhi kesehatan. Kamu bisa bicara dengan psikiater mengenai gejala dan perasaan yang kamu alami. Kemudian, psikiater akan menyesuaikan jenis perawatan yang sesuai untuk kamu.

Berbagai Jenis Perawatan Bulimia

Untuk mengobati bulimia, psikiater yang mungkin juga akan dibantu dokter akan mempertimbangkan kebutuhan fisik dan psikologis pengidapnya. Perawatannya bisa berupa konseling dan obat-obatan. Sering kali, bulimia juga melibatkan ahli gizi untuk memastikan kebutuhan nutrisi pengidapnya sehari-hari. Pengidap bulimia jarang perlu dirawat di rumah sakit. Pada umumnya, kondisi ini bisa diatasi dengan baik melalui rawat jalan. Berikut beberapa jenis terapi yang dapat direkomendasikan oleh psikiater:

  • Terapi perilaku kognitif. Melalui jenis terapi ini, pengidap bulimia akan dibantu untuk mempelajari kebiasaan makan yang normal, dan berhati-hati terhadap hal-hal yang memicu perilaku makan berlebihan. Pengidapnya mungkin perlu menantang pikiran irasionalnya dan perilaku tidak sehat yang muncul.
  • Perawatan berbasis keluarga. Terapi ini biasanya lebih diutamakan untuk anak-anak dan remaja yang mengalami bulimia. Melalui terapi ini, keluarga akan membantu mengatasi penyakit dan masalah yang ditimbulkan dari bulimia.
  • Psikoterapi interpersonal. Terapi ini melibatkan hubungan pengidap dengan orang lain. Pasalnya, cara seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain ternyata dapat memengaruhi keadaan emosi dan kesehatan mental.

Selain terapi di atas, ada pula terapi nutrisi dan obat-obatan. Obat antidepresan seperti Fluoxetine misalnya, obat ini telah disetujui untuk pengobatan bulimia. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar