Tanda Seseorang Memiliki Narsisme Seksual

KBRN, Padang : Narsisme seksual adalah pandangan yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat aktivitas seksual. Orang dengan dengan tanda narsisme seksual biasanya memiliki gagasan yang berlebihan mengenai keterampilan seksual dan kinerjanya di ranjang, terutama terlalu fokus pada apa yang diinginkannya. 

Orang dengan narsisme seksual juga kurang tertarik mengembangkan keintiman emosional dan menunjukkan sedikit minat pada apa yang mungkin diinginkan pasangan. Bahkan tidak jarang memanipulasi atau memaksa pasangan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.

Tidak Punya Empati dan Membanggakan Kemampuan Seksnya dengan Berlebihan

Secara umum, narsisme seksual melibatkan banyak sifat yang sama dengan gangguan narsistik. Perilaku ini muncul secara konsisten, tetapi untuk narsisme seksual kerap muncul pada konteks interaksi dan hubungan seksual. Seperti apa tanda seseorang memiliki narsisme seksual?

1. Percaya bahwa dia pantas mendapatkan seks dan memiliki hak untuk menuntutnya kapan pun dia mau, bahkan jika pasangannya sedang bekerja, tidur, atau sibuk dengan hal lain.

2. Mengharapkan seks sebagai imbalan atas hadiah atau bantuan.

3. Melakukan manipulasi dalam hubungan seks.

4. Tidak peduli dengan apa yang diinginkan pasangan.

5. Membutuhkan banyak validasi dan kekaguman untuk kinerja seksual yang dilakukannya.

6. Percaya bahwa ia memiliki keterampilan seksual yang unggul dan beranggapan kalau semua orang yang pernah berhubungan seksnya dengannya menilai dirinya adalah pasangan seks yang fantastis.

7. Bereaksi buruk ketika pasangannya menolak seks atau gagal memberikan pujian dan persetujuan yang memadai.

8. Merasa terganggu atau tidak puas ketika orang lain melakukan lebih banyak seks atau melakoni seks lebih baik daripada dia.

Keyakinan bahwa dirinya pantas berhubungan seks ketika menginginkannya dapat membuat orang dengan narsisme seksual melakukan hubungan seks di luar hubungan dengan pasangan tetapnya. Dia akan membenarkan perilaku ini dan menyalahkan pasangannya karena tidak bisa memenuhi kebutuhan seksnya.

Relasi Tidak Sehat untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Narsisme seksual adalah perilaku yang sangat tidak sehat. Kurangnya empati dan pertimbangan untuk kebutuhan seksual pasangan adalah sesuatu yang tidak  baik untuk kelanggengan relasi. 

Narsisme seksual yang mengarah pada perselingkuhan dapat mengakhiri hubungan. Perilaku kasar atau pemaksaan dapat menyebabkan rasa sakit dan trauma bagi pasangan dan konsekuensi hukum bagi orang yang melakukannya.

Bahkan tanpa adanya kecurangan dan perilaku agresif, orang dengan narsisme seksual bisa saja berpindah dari satu hubungan ke hubungan berikutnya, merasa tidak puas tanpa benar-benar mengetahui alasannya. Jika kamu mulai meragukan diri sendiri dan keterampilan seksualmu, lama-lama  kamu bisa diliputi perasaan cemas, depresi, hampa, atau marah.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar