FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Ketahui Seputar Booster Vaksin Dosis Ketiga COVID-19

KBRN, Padang : Vaksin dosis ketiga COVID-19 atau vaksin booster dinilai dapat meningkatkan atau mengembalikan efektivitas vaksin COVID-19 sebelumnya yang bisa melemah seiring berjalannya waktu. Dengan mendapatkan vaksin booster ini, antibodi tubuh bisa terbentuk kembali sehingga tubuh tetap kuat melawan virus Corona.

Di Indonesia sendiri, pemerintah telah memperbolehkan pemberian vaksin booster dosis ketiga bagi kelompok yang rentan terpapar virus Corona, seperti tenaga kesehatan.

Sementara bagi masyarakat umum, pemerintah telah menyatakan bahwa pemberian booster vaksin dosis ketiga mulai dilakukan tahun 2022, dengan rencana awal diberikan kepada lansia dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) golongan penerima bantuan iuran (PBI).

Kapan Sebaiknya Booster Vaksin Dosis Ketiga COVID-19 Diberikan?

Mengutip www.alodokter.com ada beberapa jenis vaksin yang tersedia untuk diberikan sebagai dosis ketiga vaksin COVID-19, yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm. Berikut ini adalah jarak pemberian dosis booster setelah dosis kedua:

Vaksin Sinovac: minimal 3–6 bulan setelah vaksin dosis kedua

Vaksin Sinopharm: minimal 3 bulan setelah vaksin dosis kedua

Vaksin AstraZeneca: minimal 3 bulan setelah vaksin dosis kedua

Vaksin Moderna: minimal 6 bulan setelah vaksin dosis kedua

Vaksin Pfizer: minimal 6 bulan setelah vaksin dosis kedua

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa vaksin booster COVID-19 diberi jeda waktu tersebut. Menurut beberapa riset, sebagian besar orang bisa mengalami penurunan kadar antibodi terhadap COVID-19 dalam waktu sekitar 6 bulan setelah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap.Ini menjadi salah satu alasan mengapa vaksin booster COVID-19 perlu diberikan, terutama untuk kelompok yang rentan terkena COVID-19, seperti para tenaga kesehatan, lansia, dan penderita penyakit komorbid.

Apakah Jenis Vaksin Booster COVID-19 Harus Sama dengan Jenis Vaksin Sebelumnya?

Idealnya, jenis vaksin booster COVID-19 yang direkomendasikan adalah vaksin yang sama dengan jenis vaksin yang diterima sebelumnya. Namun, jika jenis vaksin yang digunakan pertama kali sudah tidak tersedia, pemberian vaksin booster dari jenis vaksin lainnya masih diperbolehkan.Misalnya, pada orang yang sebelumnya mendapatkan vaksin lengkap Sinovac, ia boleh mendapatkan vaksin Moderna sebagai booster vaksin dosis ketiga COVID-19.

Ini karena pertimbangan bahwa pemberian vaksin booster berperan penting dalam meningkatkan kembali pembentukan antibodi untuk melawan virus Corona, meski jenis vaksin yang digunakan tidak sama dengan jenis vaksin sebelumnya.

Selain itu, hingga saat ini, berbagai penelitian juga masih dilakukan untuk mengevaluasi efek perlindungan vaksin booster beda jenis untuk mencegah penularan virus Corona.Salah satu penelitian di Amerika Selatan menunjukkan bahwa pemberian dosis ketiga vaksin Sinovac mampu meningkatkan efektivitas sebesar 80% untuk mencegah COVID-19.Sementara itu, pemberian dosis ketiga vaksin Pfizer dan AstraZeneca menunjukkan peningkatan efektivitas sebesar 90% dan 93%.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar