Tanda-Tanda Si Kecil Perlu ke Psikolog Anak

KBRN, Padang : Berbicara tentang gangguan kesehatan mental, kondisi tersebut rupanya tak hanya terjadi pada orang dewasa. Hal tersebut juga bisa dialami oleh anak-anak.

Gangguan kesehatan mental pada anak mesti segera diatasi dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan berkonsultasi dengan tenaga profesional, seperti psikolog. Untuk hal tersebut, orangtua perlu memahami kapan perlu mengajak si kecil berobat ke psikolog anak.

Mengutip klikdokter.com brikut ini beberapa hal yang dapat menjadi tanda bahwa orangtua perlu mengajak si kecil berobat ke psikolog anak:

1. Perubahan Emosi dan Perilaku

Menurut Gracia Ivonika, M. Psi,Psikolog, salah satu tanda paling umum bahwa anak perlu konseling ke psikolog adalah jika mereka mengalami masalah perilaku, baik di dalam maupun luar rumah. Contohnya, anak mungkin menjadi lebih sering berdebat, mengeluh, dan bersikap defensif sekalipun dihadapkan dengan masalah kecil. 

“Perubahan emosi dan perilaku bisa mengganggu keseharian anak di sekolah atau cara bersosialisasi dengan teman maupun keluarga,” ucap Gracia.

2. Perubahan Minat dan Kebiasaan

Perubahan minat dan kebiasaan anak yang terjadi lebih dari 2 minggu mungkin dapat menandakan bahwa mereka perlu melakukan konseling ke psikolog. Hal tersebut umumnya meliputi kebiasaan makan, tidur, dan minat pribadi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Menunjukan Kekhawatiran dan Kesedihan yang Berlebihan

Melansir dari Very Well, tanda paling jelas dari anak perlu ke psikolog adalah rasa kekhawatiran atau kesedihan yang berlebihan.Kekhawatiran dan kesedihan memang hal yang normal. Namun, jika hal tersebut dilakukan berlebihan dan mulai menguasai diri maupun pikiran mereka, saat itulah Anda harus mengambil tindakan.

4. Regresi atau Kemunduran

Regresi atau kemunduran dalam hidup biasa terjadi ketika ada hal yang memicunya, seperti saudara baru lahir, perceraian, atau perubahan besar lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika regresi pada anak terjadi tanpa alasan, orangtua mesti mempelajarinya lebih lanjut. Beberapa regresi yang umumnya dapat menjadi tanda bahwa anak perlu konseling ke psikolog, misalnya mengompol, sering marah-marah, kecemasan dan ketakutan yang berlebihan, serta sulit diajak bicara.

5. Orangtua Tidak dapat Menasehati Anak

“Bisa jadi, orangtua tidak dapat menasehati anak karena mereka tidak tahu apa yang diinginkan buah hatinya,” kata Gracia.

“Karenanya, orangtua perlu mendapatkan arahan dari profesional mengenai apa yang dibutuhkan anak dan bagaimana cara mengarahkannya dengan benar,” sambungnya.

6. Menutup atau Menarik Diri

Apakah anak Anda benar-benar menarik diri dari lingkungan sosial? Jika ya, hal ini mungkin menjadi tanda bahwa si kecil perlu melakukan konseling ke psikolog anak. 

Perilaku anak yang menarik diri dari lingkungan sosial biasanya disertai dengan gerak-gerik seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Anak pun enggan menceritakan hal ini kepada orangtua.

“Saat anak menjadi tertutup dengan orangtua, akan lebih baik jika mengajaknya untuk konseling ke psikolog,” tutur Gracia.

“Sebab, anak biasanya akan bersikap lebih terbuka untuk bercerita pada orang lain di luar keluarga, apalagi jika masalah yang terjadi terkait dengan kondisi di rumah,” lanjutnya. 

7. Berbicara Tentang Menyakiti Diri Sendiri

Terakhir dan yang paling berbahaya adalah jika anak mulai mengungkapkan perasaan atau gagasan tentang menyakiti diri sendiri. Hal ini penting untuk diperhatikan dan segera ditindaklanjuti dengan mengajak si kecil konseling ke psikolog anak. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00