Kearifan Lokal Minangkabau Dalam Menghadapi Wabah Virus Corona

KBRN,Padang; Meski virus corona sudah mewabah di Indonesia, namun masyarakat dihimbau tetap bersikap tenang dan tidak panik.

Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta melakukan ihtiar termasuk menerapkan nilai-nilai kearifan lokal, menjadi resep utama agar tidak tercekam rasa takut berlebihan serta mampu menghindarkan berbagai penyakit.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (UNAND) Sumatra Barat DR.Hasanuddin,M.Si mengatakan, bahwa Sumatera Barat memiliki kearifan lokal dalam menangkal berbagai macam bencana berupa ritual-ritual seperti  Bakaua agar terhindar dari wabah dan malapetaka seperti virus corona. Menurutnya, ritual Bakaua yang dilakukan masyarakat jaman dahulu, yakni dengan berkeliling kampung, membacakan do’a bersama-sama sambil membakar kemenyan, sebagai bentuk bahwa manusia merupakan makhluk bagian yang lemah dari alam ini.

“Ada langkah preventif yang harus segera dilakukan untuk pencegahan dan penangkalan menghadapi wabah, setelah itu baru berserah diri dengan memanjatkan do’a kepada Yang Maha Kuasa melalui upacara Tolak Bala,” ungkapnya dalam Dialog Interaktif Kearifan Lokal Sumatera Barat di Pro 4 RRI Padang, Kamis (12 /03/2020).

Ditegaskan, orang minang tidak perlu takut berlebihan dalam menghadapi serangan virus corona . Sejalan dengan pepatah minang “Malabiahi ancak-ancak, mangurangi sakali jaan” yang artinya ketakutan tidak boleh berlebihan tetapi tidak pula mengabaikan. Dengan melakukan berbagai antisipasi akan mengurangi dampak dari wabah itu sendiri, serperti ungkapan minang “jikok takuik di lamun galombang jan barumah di tapi pantai” yang maknanya kita harus menghindari yang akan mendatangkan dampak negatif yang lebih besar.

“Ada pula cerita yang sering dijadikan rujukan bagi orang Minangkabau dalam menghindari musibah yaitu cerita Umar Bin Khatab yang menunda kedatangannya untuk mengunjungi daerah yang terserang wabah penyakit, dan Umar menjawab dengan bijak, bahwa beliau ingin merubah ‘takdir buruk menjadi takdir baik,” tandas Hasanuddin.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis paru RS. UNAND Padang, dr. Afriyani, Sp.P menyarankan masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Seperti, mencuci tangan dengan air dan sabun selama 60 detik atau ketika tidak ada air bisa menggunakan hand sanitizer. “ Untuk langkah pencegahan kita harus menjaga stamina, pola hidup sehat, olahraga cukup dan jangan stress yang membuat imunitas tubuh kita jadi berkurang. Tingkatkan imunitas tubuh dengan tidur yang cukup dan yang paling penting jangan lupa mencuci tangan denga cara dan langkah yang benar, hal itu sangat efektif untuk menangkal virus dibandingkan dengan memakai masker,” tambahnya.(Miche Haryani/Penyiar Pro4 RRI Padang)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00