Kiprah Pemuda Etnis India Muslim di Padang Lestarikan Tradisi Setak Gulo

KBRN,Padang; Tradisi seni dan budaya yang berkembang di Padang Sumatera Barat cukup beragam, unik dan menarik.

Pengembangan dan pelestarian keberagaman seni budaya yang khas di Padang ini juga melibatkan peran aktif seluruh unsur masyarakat termasuk dari kalangan muda etnis India muslim. Salah satunya berupa Festival Serak Gulo atau tradisi menyebar gula, sebagai tradisi unik yang hanya bisa ditemui di ranah minang karena merupakan satu-satunya di Indonesia.

Tradisi Serak Gulo digelar setahun sekali di halaman Masjid Muhammadan di kawasan Batipuh Panjang Padang selatan Kota Padang. Ribuan warga masyarakat, memadati kawasan tersebut untuk berebut gula yang ditebar dalam bentuk bungkusan-bungkusan kecil sehingga suasananya sangat ramai.

Sukses dalam penyelenggaraan tradisi tahunan tersebut, kalangan muda dari etnis India muslim di Padang juga semakin menunjukkan semangat dan kiprahnya dalam melestarikan dan mengembangkan tradisi yang dimiliki.

Seperti disampaikan tokoh muda India di Padang, Rifqi Hamdany Ali dalam obrolan budaya Pro4 RRI Padang, Jumat (28/02/2020), tradisi Serak Gulo atau menyebar gula, merupakan warisan tradisi India muslim yang hanya ditemui di 3 tempat didunia, yakni India sendiri, Singapura dan Indonesia khususnya di Padang.

“Tradisi ini sarat dengan nilai-nilai, yakni menyambung silaturahmi, saling berbagai dan meningkatkan kepedulian antar sesame. Sehingga kami dari kalangan muda, wajib melestarikan dan mengembangkan tradisi budaya nenek moyang kami dan Alhamdulillah sampai sekarang bisa diterima masyarakat luas, karena pada dasarnya masyarakat Indonesia khususnya Padang senang bersilaturahmi,” jelas Rifqi.

Bagi Rifqi dan teman-temannya, khususnya dari kalangan muda etnis India di Padang, suatu kebanggaan tersendiri, tradisi Serak Gulo sudah masuk dalam kalender ivent Kota Padang, sehingga kedepan ditargetkan bisa masuk kalender ivent berskala Nasional dan Internasional.

Oleh karenanya, pihaknya bertekad mengembangkan tradisi Serak Gulo menjadi kegiatan budaya yang lebih semarak dan melibatkan peran aktif masyarakat luas, seperti dalam penggunaan pernik-pernik India, baik kulinernya, pakaian khasnya, spot-spot foto maupun souvenir khas, yang bermuara pada terciptanya industry kreatif di kalangan anak muda.

 “Ke depan, warna khas India berbaur dengan nuansa budaya minang, menjadi pembauran yang harmoni sebagaimana warna akulturasi budaya yang ada di Indonesia. Karena betapapun kami keturuan India sudah menyatu dengan Padang maupun Indonesia pada umumnya,” ucapnya.

Menanggapi tradisi khas India dalam kehidupan budaya masyarakat Minang berupa penyelenggaraan tradisi Serak Gulo,  akademisi dari Universitas Andalas Padang DR Hassanudin,M.Si, mengatakan, warisan budaya itu tidak sekedar dipertahankan sebagaimana pelestarian benda kuno, namun nilai-nilainya senantiasa dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat yang multi kultural.

Terlebih di era sekarang yang sudah tidak bisa dibendung lagi masuknya budaya global melalui teknologi informasi, maka nilai-nilai positif dan nilai-nilai keluhuran dalam budaya tradisi perlu lebih dikembangkan dikalangan muda dengan cara-cara yang lebih kreatif dan inovatif.

“Kuncinya kreatif dan inovatif dengan budaya sendiri, guna menangkal budaya global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kearifan local,” tandas Hassanudin yang juga Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang.  (Riri/PRO4 RRI Padang)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00