Peralatan Memasak Tradisionla Minangkabau yang Mulai Langka dan Ditinggalkan

KBRN, Padang : Pariuk balango yang merupakan salah satu peralatan masak tradisional Minangkabau kini mulai ditinggalkan masyarakat. Perkembangan zaman telah mengarahkan masyarakat pada penggunaan alat masak dengan teknologi melebihi dari sebelumnya, sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Puti Dian Anggraini kepada RRI, Selasa (25/05/2021).

Puti Dian Anggraini menjelaskan, perubahan zaman ikut  mempengaruhi peradaban masyarakat termasuk penggunaan peralatan memasak, dari pariuk balango beralih ke peralatan yang menggunakan bermacam teknologi dan inovasi.Hal demikian menurutnya wajar dan masing-masingnya memiliki sisi plus minus. Namun jika hal itu dikaitkan dengan filosofi adat masyarakat di Minangkabau, pada zaman dahulunya pariuk balango dipergunakan untuk memasak atau pun meramu obat-obatan tertentu.

" Ada penempatan penggunaan peralatan yang kiasannya menekankan kepada masyarakat pentingnya menempatkan segala sesuatu pada tempatnya," ujarnya.

Namun untuk sekarang ini, keberadaan pariuk balango sudah mulai langka, bahkan di pasar-pasar pun sulit mendapatkannya. Selain itu, perubahan gaya hidup juga mengarahkan masyarakat untuk tidka bertahan seterusnya menggunakan peralatan memasak tradisional tersebut. Selain mudah pecah, pariuk balango buatan lokal, kualitasnya masih kalah bersaing dengan buatan pengrajin di pulau Jawa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00