Mengolah Sampah dan Limbah Menjadi Produk Bernilai Rupiah

KBRN, Padang :Berbagai  upaya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah, salah satunya dengan  mengolah sampah atau limbah lainya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi peningkatan hasil pertanian,dan peternakan di daerah. Hal tersebut diungkapkan Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Aref Wibowo kepada RRI, Jumat, (20/03/2020). 

Limbah yang dihasilkan lingkungan  jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah. Mencegah dampaknya terhadap lingkungan, limbah tersebut dapat diolah melalui proses pengolahan yang  memanfaatkan teknologi tepat guna   hingga menghasilkan produk  bernilai ekonomis. Korem 032 Wirabraja jelas Kunto Arief Wibowo sekarang ini melirik sektor perikanan  karena dinilai   memiliki peluang cukup besar.

"Pakan ikan di daerah ini sebagiannya  dipasok dari Sumatera Utara. Dengan  memanfaatkan teknologi tepat guna dimaksud, kebutuhan pakan ikan di Sumatera Barat dapat dipenuhi," paparnya.

Perlu melibatkan klaster-klaster menengah karena kelanjutan proses menggunakan mesin dengan spesifikasi tertentu. Pemanfaatan teknologi kreatif memberi ruang petani  di daerahbisa meningkatkan hasil pertanian dan perikanan. Sampah dan limbah di lingkungan otomatis  akan jauh berkurang. Tidak ditemukan lagi sayur,  ikan dan jagung yang membusuk karena ke depanya  setiap orang berpikir,  bagaimana memberdayakan produk  yang terbuang, mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai rupiah.

Lebih lanjut Kunto Arief Wibowo menuturkan, penggunaan Bios 44 sejauh ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen petani dan usaha ternak lainnya. Keunggulan yang dimiliki Bios 44 juga berkontribusi terhadap langkah penyelamatan lingkungan,  yakni dengan  mengolah limbah atau pun sampah  menjadi produk  yang ramah lingkungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00