64 Santri Ponpes Perkampungan Minangkabau di Wisuda

KBRN, Padang : Kepala Kantor Kementeri Agama Kota Padang Marjanis siang tadi (Minggu/28/02/2021)  mewisuda 64 orang santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Afalah. Wisuda di gelar di ruang pertemuan yayasan setempat yang berada di jalan By Pass Padang.

Usai membuka secara resmi wisuda Tahfiz ke V di Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau  Yayasan Shine Afalah Padang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Marjanis mengatakan, wisuda Tahfiz  ini seiring dengan program dari Pemerintah Kota Padang  yakni Padang Menghafal. Untuk diharapkan seluruh pelajar diberbagai jenjang pendidikan agar dapatbaca tulis dan menghafal alqur’an. Menurutnya, sebelum adanya wabah corona ini, pihaknya telah  menghimpun seluruh pelajar yang sudah hafal alqur’an per juznya tercatat sebanyak 1.350 orang.

“Kita sebelum covid sudah ada 1.350 orang mulai dari MIN, MTsN dan MAN di Kota Padang yang hafal Alqur’an per juznya,”ujar Marjanis, Minggu (28/02/2021).

Untuk mendukung seluruh kegiatan yang ada di Pondok Pesantren ini, Kakanmenag Kota Padang Marjanis menjelaskan , akan memberikan bantuan melalui dana bantuan operasional sekolah atau BOS.

“ Nanti kita upayakan bantuan melalui dana BOS. Kita berharap kepada pihak yayasan untuk segera membuat proposal pengajuannya,”harap Marjanis.

Sementara itu Ketua Yayasan Shine Aflah Penyelenggaran Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Padang Buya Syamsul Akmal Tuanku Putiah  mengatakan, pondok pesantren ini di dirikannya sejak tahun  2012 dan mulai beroperasinya tahun 2013 dengan awal anak didik sebanyak 8 orang. Dari tahun ke tahun, Pondok yang didirikan tersebut mulai berkembang sehingga hingga hari ini sudah berjumlah 750 orang.

“ Alhamdulillah kita telah melaksanakan wisuda sejak tahun  2016. Hingga hari ini sudah wisuda ke V. Sebelum pandemi covid 19 kita mewisuda 163 santri. Wisuda Tahfiz ini mulai dari hafalan 2 juz hingga 16 juz,”Terang Syamsul Akmal,

Buaya Syamsul Akmal Tuanku Putiah berharap, proses belajar mengajar di Pondok pesentren ini hendaknya semakin maju dan baik.  Sementara itu dari   segi kuantitas setiap tahunnya terus bertambah, tahun lalu jumlah santri sebanyak 550 orang, namun saat ini sudah 750 orang santri. Santri tidak saja berasal dari Sumatera Barat, bahkan dari luar Sumatera Barat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00