Karut Marut PPDB Zonasi Sumbar, Pihak Sekolah Verifikasi Keaslian Jarak Rumah dan Sekolah Pendaftar

KBRN, Padang: Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring dengan metode zonasi untuk SMA Negeri di Sumatera Barat (Sumbar) memastikan melakukan verifikasi dan validasi data pelamar SMA sebelum menentukan hasil final.

Dalam dialog dengan RRI Padang, Rabu pagi (8/7/2020), Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Suryanto mengatakan, data siswa yang masuk dalam situs PPDB tak serta merta dinyatakan lulus. Selama 3 hari ini, tim dari sekolah dan Dinas Pendidikan melakukan verifikasi ke lapangan untuk memastikan keabsahan data dari siswa. Meliputi data Kartu Keluarga (KK), jarak antara rumah ke sekolah.

“Jadi para orang tua jangan khawatir dulu. Sekolah sedang memverifikasi data, khususnya jarak rumah ke sekolah. Banyak pendaftar yang ternyata tidak pas ketika mengisi kolom jarak rumah ke sekolah. Misalnya di laman pendaftaran ditulis 0,3 Kilometer, ternyata diverifikasi ke lapangan jaraknya 0,9 Kilometer. Hal itu tentu akan mengubah perangkingan zonasinya nanti,” ulasnya.

Selain itu, ungkap Suryanto, pendaftar yang menggunakan surat domisili juga diverifikasi langsung oleh pihak sekolah dengan RT setempat. Jika ternyata keluarga yang bersangkutan tidak tinggal disitu, nama peserta didik akan dicoret dari laman pendaftaran.

“Kalau surat domisilinya ternyata palsu, maka peserta didiknya didiskualifikasi. Kemudian orang tuanya bisa dituntut terkait pemalsuan dokumen,” ucapnya.

Suryanto menambahkan, kegiatan verifikasi telah berlangsung selama 3 hari. Akan berakhir 9 Juli 2020. Setelah verifikasi berakhir, maka hasil final diumumkan pada malam harinya.

“Kalaupun pada pengumuman final ada siswa yang tidak diterima, bisa mendaftar lagi di gelombang dua pada 10 dan 11 Juli, jika kuota jalur zoonasi di sekolah terdekat masih tersedia,” tuturnya.

Baca juga : Eror Terus, Akhirnya Server PPDB SMA Diganti

Sebelumnya, PPDB daring untuk SMA di Sumbar riuh tak henti-henti. Beberapa waktu lalu orang tua siswa panik karena laman pendaftaran eror. Lalu panitia mengubah laman pendaftaran dan jadwal PPDB diundur. Namun, setelah PPDB bisa diakses, muncul kembali protes dari orang tua murid yang mengeluhkan anaknya tersingkir dari urutan rangking di laman PPDB, padahal tempat tinggalnya dekat dengan sekolah. Bahkan puluhan warga, Selasa pagi (7/7/2020), mendatangi langsung Kantor Dinas Pendidikan Sumbar. Tak juga mendapat jawaban yang memuaskan, mereka mengadu ke Ombudsman Perwakilan Sumbar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00