Armada Kurang, DLH Padang Terapkan Skala Prioritas Memangkas Pohon

Pemangkasan Pohon Pelindung di Padang.jpeg

KBRN, Padang: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang gagal mendapat tambahan mobil crane tahun ini. Padahal sarana itu sangat dibutuhkan untuk menambah kekurangan armada perawatan pohon di Kota Padang.

Kepala DLH Kota Padang, Mairizon pada RRI Padang, Rabu (26/1/2022) mengatakan, pada anggaran tahun 2022, DLH mengusulkan penambahan mobil crane 1 unit. Akan tetapi usulan itu dicoret karena anggaran daerah saat ini yang memang sedang sulit.

“Kami mengusulkan 1 mobil crane tapi tidak bisa karena anggaran terbatas, malah ada pemotongan anggaran Rp 6 miliar. Kami harus menerima kondisi ini, yang penting biaya operasional tidak dikurangi,” ucapnya.

Mairizon mengungkapkan, saat ini DLH Padang memiliki 3 unit mobil crane yang setiap hari digunakan untuk operasional perawatan dan pemeliharaan 11 ribu lebih pohon di Kota Padang.

“Bandingkan 3 mobil untuk merawat 11 ribu lebih pohon, tentu akan lama,” tuturnya.

Dengan keterbatasan sarana itu, Mairizon menjelaskan, seringkali warga mengeluhkan permintaan pemangkasan pohon yang sering terlambat. Hal itu terjadi karena DLH terpaksa mengatur perawatan pohon sesuai dengan prioritas dan jadwal yang telah ditentukan.

“Kalau ada surat permintaan masuk, kita lihat dulu kondisi pohonnya memang urgen tidak untuk dipangkas. Kalau tidak ya terpaksa masuk antrean,” ungkapnya.

Mairizon berharap, masyarakat memahami keterbatasan sarana yang dihadapi DLH dalam perawatan pohon-pohon pelindung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar