Kunjungi Kemenko Marves, Bahas Progres Pengelolaan Sampah Teknologi RDF

KBRN, Padang : Wali Kota Padang Hendri Septa kembali mendatangi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) guna menindaklanjuti progres investasi pengelolaan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Wali Kota Padang mengatakan, melalui pertemuan kali ini ia menyampaikan progress yang telah ditempuh Kota Padang untuk percepatan investasi teknologi RDF. Salah satunya melalui studi Kelayakan RDF yang telah dibuat oleh Universitas Andalas (Unand).

"Untuk mendukung upaya ini kita juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Semen Padang sbg off-taker (pemanfaat produk RDF)," katanya, Selasa (8/12/2021).

Sebagaimana diketahui, teknologi ini merupakan pilot project yg telah dipromosikan oleh Kemenko Marves bersama  Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian PUPR dan Kementerian Energi da  Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita berharap semoga segera terwujud karena ini merupakan bukti keseriusan kita bersama dalam menangani permasalahan sampah  dengan terus berusaha memanfaatkan perkembangan teknologi. RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbaru dalam proses pembakaran recovaring batu bara untuk pembangkit tenaga listrik," katanya.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarto menyampaikan bahwa pada tahun ini investasi RDF ini akan tertunda. Hal itu dikarenakan kebijakan dari Kementerian PUPR untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur persampahan karena perlu mengevaluasi infrastruktur persampahan yang telah dibangun.

"Namun tetapi kita dari Kemenko Marves tetap akan berupaya untuk mendukung pembangunan RDF di Kota Padang," ujarnya.

Lebih lanjut Nani juga menawarkan opsi investasi lain yang paralel dilakukan menunggu perubahan kebijakan Kementerian PUPR. 

"Opsi tersebut diantaranya berupa pembangunan RDF Plant dengan dana penuh dari Pemerintah Pusat. Terkait dengan hal ini, Pemko Padang diharapkan menghubungi pihak Kemenko Marives dua minggu ke depan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar