Satria Duta Akui Kekalahan dari Khuong Dau, Siap Bangkit di Babak Ketiga

  • 02 Sep 2026 23:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • International Master (IM) Satria Duta harus mengakui keunggulan pecatur Vietnam, IM Khuong Dau, pada babak kedua JAPFA Chess Festival 2026
  • Satria mengaku akan melakukan introspeksi dan berusaha tampil lebih menyerang pada babak selanjutnya untuk mencuri poin dari Khuong Dau
  • engurus PB Percasi Bidang Liga Catur Nasional Kristianus Liem menilai pecatur Indonesia masih memiliki kelemahan teknis, terutama dalam upaya mengeksplorasi permainan dan bertarung lebih

RRI.CO.ID,Jakarta – Pertarungan JAPFA Chess Festival 2026 semakin menarik antara International Master (IM) Satria Duta menghadapi IM Khuong Dau (Vietnam). Pertandingan tersebut berlangsung pada babak kedua yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Rabu 2 September 2026.

Satria Duta yang memegang bidak hitam mengawali pertandingan dengan pembukaan Italia. Namun Satria Duta harus terhenti di langkah ke-43 meski ia sempat mengimbangi permainan Khuong Dau.

Satria mengaku ini menjadi pembelajaran untuk babak selanjutanya yang akan berlangsung besok, Kamis 3 September 2026. Ia mengungkapkan akan berusaha mencuri poin dari pecatur asal Vietnam itu.

“Babak ini harusnya saya ya posisinya tidak kalah, tapi saya mungkin karena waktu terdesak dan banyak hal lain jadi lama-lama terus kalah. Ia juga ratingnya di atas saya dan saya akan coba introspeksi juga,” ujarnya kepada awak media usai pertandingan.

“Saya akan lebih menyerang untuk coba cari poin berikutnya. Tapi kalau tidak bisa menang ya minimal remis dulu,” ucapnya.

Hasil yang sama juga diraih oleh pecatur Women International Master (WIM) Laysa Latifah melawan Women Grand Master (WGM) Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. Ia harus mengakui keunggulan pecatur berating 2384 itu.

Hasil di babak kedua membuat (IM) Khuong Dau memimpin dengan 1,5 poin atas (IM) Satria Duta dengan 0,5 poin. Hal yang sama juga diraih (WGM) Xeniya Balabayeva yang unggul dengan 1,5 poin atas (WIM) Laysa Latifah.

Melihat hasil itu Pengurus PB Percasi Bidang Liga Catur Nasional Kristianus Liem melihat pecatur Indonesia masih memilki sejumlah kelemahan. Kurang upaya dalam bertarung menjadi salah satu sebabnya.

“Ya memang kalau kita mau belajar, ya dari pemain yang lebih kuat kan, yang di atas. Tapi memang pemain kita ini masih banyak kelemahannya secara teknis,” ujarnya.

“Hal ini dari generasi sebelumnya, generasi sekarang masih begitu sebagian besar. Masih kurang upaya untuk mau eksplor lebih jauh gitu ya, upaya sendiri maksudnya,” ucapnya.

Ratusan Pecatur sedang bertanding pada babak ketiga Turnamen JAPFA Chess Festival di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026 (Foto: RRI/Indra Virgiantara)

Sementara itu hingga babak ketiga di kategori open Marwanto memimpin dengan 3 poin. Kemudian diikuti Anjas Novita, Glibert Elroy Tarigan, Nathanael Db Simanihuruk, dan Fabian Glen Marino yang berada di lima besar dengan poin yang sama.

JAPFA Chess Festival 2026 diikuti 520 pecatur dari 5 negara dan 23 provinsi di Indonesia. Turnamen ini digelar pada 1–6 September di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, dengan hadiah total Rp 298.900.000.

Turnamen JAPFA Chess Festival tahun ini juga menghadirkan sejumlah kategori pertandingan dari berbagai kelompok umur dan tingkat. Kategori tersebut mencakup senior, putri, veteran, junior, hingga beregu antarinstansi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....