Merebutkan Emas, Ini Profil Chen/Jia Lawan Indonesia

Chen Qingchen/Jia Yi Fan (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Pasangan Badminton ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dijadwalkan hari ini bertanding melawan ganda putri dari China, Chen Qingchen/Jia Yi Fan.

Pertandingan ini berlangsung dalam perebutan medali emas Olimpiade Tokyo 2021 cabang olahraga bulutangkis. 

Sebelum bertemu dalam perebutan emas, baik Chen/Jia dan Greysia/Apriyani sukses sempat meraih kemenangan dari lawanya yang berasal dari Korea Selatan.

Menariknya lagi dalam pertandingan kali ini merupakan pertarungan kesepuluh bagi Greysia/Apriyani dan juga Chen/Jia. Dalam 9 pertemuan terakhir keduanya, Chen/Jia lebih banyak meraih 6 kemenangan, sedangkan Greysia/Apriyani baru 3 kali.

Lalu siapakah Chen Qingchen/Jia Yi Fan sebenarnya? Berikut profilnya:

Dirangkum dari berbagai sumber, Chen Qingchen sendiri merupakan wanita kelahiran 23 Juni 1997. Ia adalah pemain bulu tangkis putri berkebangsaan Tiongkok yang bermain di sektor ganda. 

Pada tanggal 6 April 2017, Chen meraih peringkat terbaik dalam kariernya di Peringkat BWF dengan berada di ranking 1 ganda campuran berpasangan dengan Zheng Siwei. Ia juga bermain di nomor Ganda Putri bersama Jia Yifan dan pernah menempati ranking 4. 

Chen merupakan juara dunia junior pada tahun 2013, 2014, dan 2015 di nomor ganda campuran.

Sementara Jia Yifan sendiri merupakan wanita kelahiran 29 Juni 1997, dan saat ini berumur 24 tahun. Ia adalah pemain bulu tangkis putri berkewarganegaraan Republik Rakyat Tiongkok.

Jia bersama Chen Qingchen pernah meraih peringkat 1 dunia BWF pada November 2017. Namun pada awal kariernya dalam tahun 2020, mereka mengalami sendikit kendala.

Selain itu, keduanya sudah sejak dahulu dipasangkan pada usia junior. Namun sebelum mereka berpasangan, Jia awalnya bermain di sektor ganda putri bersama Huang Dongping (peraih medali emas ganda campuran Olimpiade 2021).

Sedangkan Chen merajut kekompakannya dengan He Jiaxin. Barulah pada tahun 2013, saat keduanya sama-sama berusia 16 tahun, Chen/Jia berpasangan untuk pertama kalinya.

Butuh waktu setahun untuk keduanya menghasilkan juara. Tepatnya meraih juara dunia junior (BWF World Championship) 2014 dan 2015.

Ketika perjalannya naik tingkat ke senior, kedua sempat bermain rangkap di nomor ganda campuran. Jia bersama Zhou Haodong sedangkan Chen pernah dipasangkan dengan tiga atlet putra China, yakni, Liu Chen, Huang Kaixiang hingga Zheng Siwei.

Untuk kesuksesan di nomor ganda campuran, Chen prestasinya lebih terlihat saat bertandem dengan Zheng. Pasangan Chen/Zheng sukses meraih juara dunia junior dan Asia 2015.

Bahkan secara total, Chen/Zheng meraih 14 gelar di BWF Superseries, BWf Grand Prix, dan BWF International Challenge.

Berkat prestasinya itu, Chen/Zheng sempat menduduki pasangan ganda campuran terbaik nomor satu dunia pada 2017 lalu. Meskipun sempat bermain rangkap, kehebatan duet Chen/Jia tidak luntur.

Bahkan, deretan prestasi keduanya baru mulai terlihat di periode akhir 2016. Yakni sukses menggondol enam gelar selama tahun 2017, seperti Indonesia Open dan China Open super 1000.

Gelar inilah yang membuat Chen Qingchen dan Jia Yifan lantas dinobatkan sebagai ganda putri ranking 1 dunia pada November 2017.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00