Olimpiade Jepang di Tengah Gempuran Pandemi

FOTO-NET

KBRN, Jakarta: Jepang dihadapkan tantangan berat menggelar multi event olahraga terbesar di dunia pada saat covid-19 masih merebak di berbagai belahan dunia. Sampai pada hari  pembukaan Olimpiade pun Tokyo masih melaporkan catatan kasus covid-19 cukup tinggi.

Ibukota Negara Jepang tersebut terus menghadapi gelombang infeksi covid-19 di saat Olimpiade berlangsung 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Pertandingan pun dipastikan tidak lagi memiliki penggemar karena keadaan darurat virus corona di Tokyo.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga seperti dilansir CNBC Indonesia mengatakan Olimpiade Tokyo ini akan menjadi bukti bahwa umat manusia mampu mengalahkan covid-19.

“Olimpiade Dan paralimpiade Tokyo di musim panas akan menjadi bukti manusia telah mengalahkan virus corona. Serta kesempatan unt berbagi pemulihan dari great east Japan earthquake dengan Dunia," ujarnya.

Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020 pun telah digelar semalam di arena Olimpic National Stadium dengan mengusung tema "United by Emotion" . Tema tersebut berkaitan erat dengan fakta bahwa Olimpiade Tokyo 2020 diselenggarakan di tengah pandemi virus corona.

President International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach mengatakan, penyelenggaraan olimpiade di tengah pandemic menimbulkan konsekuensi dari berbagai sektor. Namun ia memastikan IOC sudah mempertimbangkan hal tersebut dengan berbagai langkah.

“Kami membuat prosedur lebih fleksibel pada kita semua dengan tujuan menciptakan stabilitas sepanjang kita bisa dalam gejolak dunia rapuh ini," ucapnya.

Sementara itu Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia yang juga anggota pengawas kontingen Indonesia Tengku Arlan Kusuma Perkasa mengakui Olimpiade di tengah pandemic melahirkan tantangan baru bagi Kontingen Indonesia. Tidak saja berbicara urusan prestasi tetapi juga strategi bertahan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Melihat system yang diterapkan oleh TOGOC, melihat bahwa prokes itu tidak sebatas cuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker," ungkapnya.

Panitia Penyelenggara Tokyo telah menyusun “Kebijakan Dasar” untuk konsep keseluruhan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang mencantumkan perdamaian, koeksistensi, rekonstruksi, masa depan, Jepang dan Tokyo, atlet, keterlibatan, dan kegembiraan sebagai tema inti yang disoroti sepanjang Pembukaan dan Upacara Penutupan.

Tercatat lebih dari 11.000 ribu atlet dari 206 negara yang kini menjadi tanggung jawab Jepang agar aman dari paparan covid-19, termasuk diantaranya 28 patriot olahraga terbaik Indonesia perwakilan dari 8 cabang olahraga. Sebanyak 339 medali emas akan diperebutkan dari 50 disiplin pada 33 cabang olahraga yang digelar di 42 venue di Tokyo dan sekitarnya. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00