Solskjaer Ragukan Kemampuan Liverpool di Masa Depan

Pemain Liverpool saat melakukan selebrasi. (Dok: Premier League)

KBRN, Jakarta: Manajer pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer meragukan kekuatan Liverpool untuk bisa mengejar raihan 13 kali juara yang telah diriah Setan Merah di Premier League atau Liga Inggris. 

Manchester United saat ini memang menjadi tim dengan raihan gelar Premier League terbanyak. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu punya 13 gelar juara.

Tak ada klub yang lain yang punya lebih dari 10 gelar. Bahkan diakui Solskjaer tidak ada satu-pun klub Inggris yang akan mampu menyamai dominasi Manchester United. 

"Raihan gelar yang kami dapatkan bersama Sir Alex Ferguson (mantan manajer Manchester United, red), tidak terpikir oleh saya itu bakal mudah disamai atau ditiru oleh tim manapun," ucap Solskjaer dikutip dari Sportsmole, Sabtu (27/6/2020).

"Sir Alex Ferguson adalah seorang ahli untuk tetap berada di puncak," tambahnya. 

Diketahui, Liverpool baru saja memastikan diri sebagai juara Premier League 2019/20. Hasil itu didapatkan setelah Manchester City kalah dari Chelsea.

City sendiri merupakan pesaing Liverpool untuk merbeut gela juara, namun dengan kalahanya City dari Chelsea membuat raihan poin yang didapat oleh Liverpool tak bisa dikejar oleh tim manapun. 

Bagi Liverpool, ini adalah gelar pertama yang diraih sejak 1990, ketika Liverpool terakhir kali juara liga, saat masih memakai format yang berbeda. 

Meski demikian, Solskjaer tak bisa menepis bahwa Liverpool layak untuk menerima gelar juara musim ini. Bahkan diakuinya, Liverpool tampil cukup gemilang di musim ini.

Akan tetapi, Solskjaer ragu Liverpool mampu mengejar dominasi gelar yang didapat oleh Manchester United sebanyak 13 gelar. 

Namun, pencapaian Manchester United didapat saat masih dinahkodai oleh Sir Alex Ferguson yang pensiun sejak 2013 silam.

Bahkan, United belum pernah meraih juara Premier League setelah itu. Mereka bahkan kesulitan bersaing untuk merebut gelar dalam beberapa musim terakhir ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00