PSSI Berikan Opsi Terkait Nasib Kompetisi

Ketua Umum PSSI, Mocahmad Iriawan dan Menpora, Zainudin Amali. (Dok: Anggi/RRI)

KBRN, Jakarta: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan opsi-opsi terkait nasib kompetisi di Tanah Air yang masih ditangguhkan sejak 16 Maret 2020 lalu akibat pandemi COVID-19. 

Tim-tim Liga 1 dan 2 sudah diberitahukan soal pilihan tersebut dalam pertemuan virtual yang dipimpin langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada Selasa (02/06/2020) kemarin, beserta Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).

"PSSI memberikan opsi-opsi kepada klub Liga 1 dan 2 terkait kelanjutan kompetisi. Jadi keputusan tetap di rapat Komite Eksekutif. Seperti Liga 1 dimulai bulan September atau Oktober, setelah itu terkait nominal penambahan subsidi, dan pertandingan dimainkan di Pulau Jawa, konsep degradasi dan promosi," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Rabu (03/06/2020). 

Yunus menambahkan bahwa, opsi kompetisi dilanjutkan untuk melihat kepentingan lebih besar, yakni Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Apalagi ajang sepak bola usia muda paling bergengsi di dunia tersebut berlangsung di Tanah Air.

"Untuk Liga 2, PSSI menawarkan opsi home turnamen, sistem formatnya dibagi empat grup dengan masing-masing grup enam tim. Dimulai sekitar bulan Oktober. Jadi opsi untuk status kompetisi Liga 1 dan 2 adalah kompetisi lanjutan. Kompetisi akan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tadi dokter Syarif Alwi juga telah memberikan paparan kepada seluruh klub," jelasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh keputusan PSSI bila kompetisi dilanjutkan.

"Kompetisi nanti juga demi kepentingan lebih besar, yakni Timnas yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Namun kompetisi nanti harus berlangsung dengan protokol yang ketat demi keselamatan semuanya," tutur Teddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00