Barcelona Menegaskan, Rasisme Adalah Pandemi

Barcelona dalam pertandingan melawan Real Sociedad (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Tim asal Catalan, Barcelona dengan tegas melawan aksi rasialisme yang dianggap sudah menjadi pandemi dan mempengaruhi banyak orang. 

Barcelona membuat pernyataan sikap terhadap dugaan aksi rasialisme yang terjadi di Amerika Serikat.

"Rasialisme, sebagai bentuk diskriminasi yang berupaya menurunkan dan meminggirkan orang karena jenis kelamin, orientasi seksual, asal usul, atau warna kulit adalah pandemi yang mempengaruhi kita semua," bunyi pernyataan Barcelona seperti dilansir Marca, Senin (1/6/2020).

"Di Barcelona, kami tidak akan berhenti memeranginya. Ini merupakan komitmen kami."

Dukungan moral atas rasialisme datang juga dari atlet-atlet ternama dunia, seperti Jadon Sancho (Borussia Dortmund) dan Marcus Thuram. 

Sancho menuliskan pesan di kausnya, "Keadilan untuk George Floyd" yang dibentangkan usai mencetak gol. Sementara Thuram melakukan gestur berlutut bertumpu pada kaki kiri.

Pada Senin (25/5/2020), Floyd meninggal saat dalam penahanan polisi. Sebelum tewas Floyd sempat mendapat perlakuan buruk dari seorang petugas polisi, Derek Chauvin, yang menekan lehernya di aspal dengan menggunakan lutut hingga menyebabkan dia pingsan pada saat proses penangkapan. 

Karena kejadian tersebut, banyak dukungan terhadap kasus yang menimpa Flyod. Bahkan di AS dalam beberapa hari terakhir terjadi demontrasi tentang isu diskriminasi yang dilakukan oleh kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00