Ajax Amsterdam 1995 (1): Perpaduan Sensasional

Tim Ajax Amsterdam Final Liga Champions Eropa 1995, Back: Edwin van der Sar, Clarence Seedorf, Frank Rijkaard, Finidi George, Frank de Boer, Danny Blind. Front: Jari Litmanen, Michael Reiziger, Edgar Davids, Marc Overmars, Ronald de Boer (Colorsport/Shutterstock)

KBRN, Jakarta: Semua klub Eropa memiliki akademi sepakbola sebagai tempat melahirkan bibit-bibit pemain baru bagi klub maupun untuk kepentingan bisnis jual beli pemain. Salah satu yang memiliki akademi terbaik di dunia adalah Ajax Amsterdam.

Tak terhitung sudah berapa banyak pemain muda mereka yang naik kasta ke tim senior, tampil gemilang, menjadi pemain kunci, kemudian dibeli mahal oleh klub besar Eropa. 

Dan tak sedikit pula dari para pemain yang sudah merantau di klub besar Eropa, akhirnya bagaikan sebuah lingkaran kehidupan, dia kembali untuk mengakhiri karir dengan gemilang di Ajax Amsterdam.

Tim impian Ajax saat Final Liga Champions 1995 adalah salah satu yang mewakili bagaimana sebuah siklus pemain senior yang kembali menutup karir di sana bersamaan dengan bangkitnya pemain-pemain muda sebagai tulang punggung tim. Dan kolaborasi tersebut ternyata menjadi salah satu pembawa perubahan bagi filosofi menyerang sepakbola Eropa.

Gol Tak Terlupakan

24 Mei 1995, Stadion Ernst-Happel, Wina, Austria, gol Patrick Kluivert ke gawang AC Milan dalam laga Final Liga Champions Eropa 1995 tak bisa dilupakan. Lebih kurang 25 tahun berlalu, tetapi tidak ada detil yang luput dari ingatan para penggemar.

Berawal dari akselerasi penyerang sayap Marc Overmars yang menjemput bola ke sisi kanan pertahanan Milan, ia mengirim umpan pendek kepada gelandang jangkar bernafas kuda, Edgar Davids. Dengan sekali meliuk mengolah bola, Davids langsung mengirim umpan pendek kepada seniornya, Frank Rijkaard, yang langsung memainkan umpan satu-dua dengan Kluivert. 

Menerima sodoran one-two Rijkaard, Kluivert langsung melakukan penetrasi sampai akhirnya mengelabui libero kawakan Milan, Franco Baresi, dan menaklukkan kiper Sebastiano Rossi. 1-0 buat Ajax sebagai Juara Liga Champions Eropa 1995.

Kemenangan Ajax atas Milan tersebut dipersembahkan oleh gol tunggal pemain berusia 18 tahun, Patrick Kluivert, seorang striker muda. Pelatih Louis Van Gaal kala itu mengambil keputusan berani dengan menggantikan pemain kunci dan senior di klub, Jari Litmanen untuk seorang striker muda seperti Kluivert. 

Striker Ajax Amsterdam Jari Litmanen mengontrol bola di depan bek Milan Christian Panucci (Clive Brunskill/Getty Images)

Young Guns Dari Amsterdam

Babak baru dimulai dengan skuad Ajax muda, yang akhirnya mampu menjadi rujukan sepakbola baru dunia. Di bawah arahan pelatih bertangan dingin Louis Van Gaal, Ajax menjadi kuda hitam di Eropa sepanjang musim 1995 dengan permainan menyerang yang memadukan tehnik dan taktis strategi total footbal ala Johan Cruyff, dipadukan dominasi kekuatan fisik dan stamina.

Permainan dominan sepakbola modern didukung kolaborasi pemain muda dan senior, membuat Ajax menjadi kekuatan yang menakutkan dan membuat semua tim besar dunia menjadi khawatir jika harus bertemu dalam sebuah partai penting dengan mereka. 

Daniele Massaro, penyerang AC Milan bahkan menjuluki anak-anak muda dari Amsterdam tersebut dengan 'setan pintar berkualitas'. Sementara Jorge Valdano, manajer Real Madrid kala itu menggambarkan Ajax sebagai perpaduan antara 'kecantikan dan binatang'. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Senin (25/5/2020).

Para pemain belia Ajax kala itu menjadi sorotan di Belanda dan mulai harum namanya di dunia. Para scout team dari klub-klub ternama Eropa mulai memasang mata dan telinga mereka untuk melakukan pemantauan. Sebut saja gelandang serang Clarence Seedorf, gelandang jangkar Edgar Davids, striker Patrick Kluivert, kiper Edwin Van der Sar, bek kanan Michael Reiziger, bek kiri Winston Bogarde, serta winger lincah Marc Overmars. Dan mereka semua sudah mulai mengisi line up pemain utama dalam setiap pertandingan yang dilakoni Ajax Amsterdam.

Selanjutnya : De Boer dan Van Gaal

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00