Cerita Korban Pengeroyokan Suporter Indonesia di Malaysia

KBRN, Jakarta : Fuad Naji salah satu suporter Indonesia yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum pendukung Malaysia menceritakan kronologis kejadian ketika dirinya dan rekannya Yovan menjadi korban amuk massa saat hendak menyaksikan laga Timnas Indonesia menghadapi tuan rumah Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 19 November 2019, lalu.

Fuad yang bercerita kepada Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto serta didengar oleh Menpora Zainudin Amali melalui sambungan telepon mengaku bahwa kejadian pengeroyokan dirinya dan Yovan terjadi sebelum pertandingan berlangsung atau tepatnya pada pukul 02.00 dini hari.

"Kejadian itu berawal ketiak mereka (Suporter Malaysia, red) melakukan sweeping terhadap suporter Indonesia. Dan insiden pengeroyokan itu terjadi pada pukul 02.00 dini hari di daerah perhotelan di Bukit Bintang. Saya tidak sendiri, saya bersama kawan saya atas nama Yovan," ungkap Fuad seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora, Senin (25/11/2019).

"Waktu mereka (suporter Malaysia) menghampiri saya, mereka menanyakan 'Kau Indonesia atau Malaysia?' dan saya diminta untuk berbicara bahasa Melayu. Kemudian mereka merogoh-rogoh kantong saya dan mencari identitas saya," tambah Fuad.

Fuad menambahkkan bahwa dirinya dan Yovan dikeroyok oleh suporter Malaysia yang berjumlah 15-20 orang. Bahkan, kata Fuad, tak segan-segan sejumlah suporter tersebut mengucapkan kata-kata diskriminatif terhadap Indonesia.

"Saya lepaskan tas saya yang berisi paspor, dompet dan ponsel. Setelah itu saya bersama Yovan menyelamatkan diri ke hotel kawan saya yang terdekat dari situ," ucap Fuad.

Akan tetapi, Fuad sangat menyanyangkan kejadian pengeroyokan itu tak membuat warga sekitar bergeming. Menurutnya, warga sekitar yang menyaksikan aksi pengeroyokan itu seakan tidak peduli.

"Di situ wilayah ramai, yang melihat banyak, tetapi warga di sana apatis. Mereka hanya menjadikan saya tontonan. Mereka tidak berusaha menghubungi polisi atau melerai para pelaku pengeroyokan tersebut dan saya yakin di situ CCTV banyak," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00