Bersepeda Jadi Tren, Aturan Selalu Dijalankan

KBRN, Denpasar: Bersepeda adalah sebuah gaya hidup baru ditengah pandemi COVID-19. Tren ini menjadi salah satu cara masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh.

Selain meningkatkan imunitas, bersepeda diyakini mampu menghilangkan kepenatan.

Tapi tahukah anda, apa saja yang harus ditaati warga ketika melakukan aktivitas gowes?

Kepala Sub Direktorat Keselamatan dan Keamanan Ditlantas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Nyoman Sukasena menyebut, pesepeda wajib mengikuti beberapa aturan lalu lintas. Salah satunya menaati marka jalan.

"Kalau misalnya di traffic light merah ya turun sebentar istirahat, baru mengikuti petunjuk lampu selanjutnya," katanya kepada RRI di Denpasar, Jumat (26/6/2020).

Bersepeda menjadi gaya hidup baru ditengah pandemi COVID-19. (Istimewa)

Kepolisian dikatakan telah mendatangi sejumlah komunitas bersepeda di Bali untuk menyosialisasikan hal tersebut. Tujuannya untuk mengajak komunitas bersepeda di Pulau Dewata taat terhadap seluruh aturan.

Kita sudah datangi sejumlah komunitas termasuk ke tempat penjualan sepeda. Disana kita juga berikan mereka pengertian soal pentingnya tertib berlalu lintas bagi para pesepeda," ujarnya.

Perwira menengah berpangkat melati dua itu menilai, sejauh ini para pesepeda di Bali sudah paham dan sangat tertib dalam ketika gowes di jalan raya. Hal itu terbukti dari minimnya pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pesepeda.

"Sejauh ini belum ada kecelakaan yang menimpa pesepeda. Kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat," ungkapnya.

"Dan untuk pelanggaran biasanya kita berikan imbauan. Sejauh ini para pesepeda sudah sangat tertib," pungkas Sukasena.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00