Pesan KOI, Raja Sapta Untuk Para Atlet Indonesia, Pasca Olimpiade Tokyo Ditunda

KBRN, Jakarta : Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari mengajak semua pihak terutama para atlet dan penggurus cabang olahraga untuk mengambil hikmah atau pelajaran penting dari penundaan Olimpiade 2020 Tokyo.Raja Sapta Oktohari mengatakan penundaan Olimpiade ini, setidaknya membuat persiapan para atlet Indonesia lebih dimatangkan dalam rangka menghadapi pesta akbar olahraga dunia empat tahunan, Olimpiade di tahun mendatang.

“Tidak ada unsur kekecewaan bagi Indonesia, pasca resmi diumumkan Olimpiade Tokyo 2020 ditunda. Justru ini menjadi moment untuk mempersiapkan .lebih matang dari mulai atlet hingga persoalan lainnya menghadapi Olimpiade mendatang,” ujar Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari dalam wawancara bersama RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) DALAM PROGRAM DINAMIKA OLAHRAGA, Rabu (25/3/2020) Siang.

“Insya Allah, dengan persiapan lebih dimatangkan, maka hasilnya untuk mengoleksi emas demi prestasi dapat lebih baik di Olimpiade, mendatang, 2021, “ harapan Raja Sapta Oktohari.

Lebih lanjut, Raja Sapta Oktohari menyatakan hingga saat ini data yang masuk ke NOC Indonesia sudah ada 24 tiket yang terkonfirmasi untuk dapat mengikuti Olimpiade mendatang. “24 tiket yang terkonfirmasi untuk dapat mengikuti Olimpiade mendatang, tetapi ada beberapa proses kualifikasi yang belum terlaksana, seperti panahan, angkat besi. Nah hal inilah yang kami akan tanyakan ke pihak IOC, “ lanjut Okto.

Seperti diketahui sebelumnnya, NOC Indonesia akan mengirim surat ke Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach terkait penjelasan teknis, pasca penundaan Olimpiade Tokyo 2020."Kami akan segera menyurati IOC untuk menanyakan teknis selanjutnya terkait penundaan ini. Karena apakah proses kualifikasi dihentikan dan tetap menggunakan hasil yang sekarang atau ada perubahan lain,” kata Okto .

BACA JUGA : Olimpiade Tokyo Ditunda, Ini Langkah NOC Indonesia Buat IOC, Jepang dan Atlet Merah Putih

Menyinggung rencana menteri pemuda dan olahraga, menpora Zainudin Amali  yang akan segera melaporkan kabar penundaan olimpiade 2020 kepada Presiden RI, Joko Widodo. Okto menambahkan menpora kemungkinan akan melaporkan ke presiden melalui video conference. “Sepertinya menpora akan melaporkan dengan video conference kepada Presiden (terkait penundaan olimpiade Tokyo 2020). Karena sejak awal kita sudah diminta oleh presiden untuk kerja dari rumah atau work from home (WFH) tetapi, tidak meninggalkan tanggung jawab kita menyelesaikan pekerjaan dan mengawal para atlet untuk berprestasi di Olimpiade,“ tambahnya.

BACA JUGA :Wabah Covid-19 Belum Berakhir, Sinyal Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda

Keputusan penundaan Olimpiade 2020 disampaikan kepada publik, setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersama Presidem Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach sepakat menunda Olimpiade Tokyo hingga tahun depan 2021.// Keputusan ini dengan mempertimbangkan ancaman Covid 19 atau virus Corona, jika multievent empat tahunan itu tetap dilanjutkan sesuai jadwal, 24 Juli - 9 Agustus 2020 di Tokyo.

BACA JUGA :IOC : Olimpiade Tokyo 2020 Akan Digelar Tidak Melampaui Musim Panas 2021

(Keterangan foto : Dok.RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00