Pelatih Tunggal Putra PBSI Berstatus PDP Covid 19

KBRN,  Jakarta : Wabah Covid 19 yang menghantui Indonesia, kini telah 'memasuki' kawasan pelatihan nasional (Pelatnas) bulu tangkis di Cipayung,  Jakarta. 

Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hendry merasakan gejala Covid-19 di hari ketujuh isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung sepulangnya dari Birmingham, Inggris. 

PP PBSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen), membenarkan informasi tersebut. Achmad Budiharto menyatakan pihaknya telah melakukan tindakan sesuai prosedur berupa mengisolasi semua orang yang ada kontak langsung dengan Hendry terhitung, sejak ia menyampaikan keluhan seputar kondisi kesehatannya yang menurun. Selain itu, Pelatnas Cipayung kini benar-benar tertutup dan tidak ada arus keluar masuk.  Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang hingga awal April yang rencananya hanya 14 hari sejak kepulang tim dari Inggris, sekitar 15 Maret lalu. "Memang betul, saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian test Covid-19. Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab test untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak," kata Achmad Budiharto dalam keterangan yang diterima Radio Republik Indonesia (RRI), Selasa (24/3/2020). Saat ini memang proses karantina atau isolasi mandiri tengah dilakukan para pemain dan official tim termasuk, sang pelatih Hendry Saputra, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto dan Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti sepulangnya dari Inggris. Mereka dipantau oleh tim dokter dalam beraktifitas selama karantina.  "Gejala awal yang disampaikan Coach Hendry itu dia merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Setelah dilakukan CT Scan, banyak flek di paru-paru kiri, sedangkan Coach Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya. Untuk memastikan bahwa apakah terjangkit Covid-19, memang harus dilakukan swab test. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," ujar dr. Octaviani, salah satu anggota tim dokter PBSI.  PBSI juga akan melaporkan kasus ini kepada BWF (Badminton World Federation) melalui Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto.  "Betul, akan kami laporkan ke BWF hari ini, karena Hendry merupakan salah satu dari anggota tim yang ke All England. Saat ini PBSI juga terus berusaha untuk menekan potensi penyebaran Covid yang tengah mewabah di Indonesia, salah satunya dengan kebijakan menutup full akses pelatnas," tutur Budiharto. Budiharto menuturkan bahwa para pelatih yang tidak tinggal di asrama Pelatnas Cipayung, juga telah diinstruksikan untuk tidak datang ke Pelatnas Cipayung hingga akhir pekan ini. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti menyatakan bahwa sesi latihan di pelatnas tengah disesuaikan dengan kondisi saat ini.  "Sampai hari ini latihan jalan terus tapi menyesuaikan dengan kondisi kesehatan atlet, hanya untuk jaga performa saja atau sifatnya bebas aktif. Jadwal latihan pun diatur agar tidak bersamaan, kami juga selalu mengimbau atlet untuk jaga jarak satu sama lain," jelas Susy. Menyusul kasus PDP di Pelatnas Cipayung, kemarin PP PBSI sudah didatangi Sudinkes Jakarta Timur dan mendapat arahan mengenai bagaimana mengenali gejala serta penanganan pertama pasien terduga Covid-19. Pihak Sudinkes juga mendata siapa saja yang melakuan kontak dengan PDP dan tindakan apa yang harus dilakukan.  BACA JUGA : Wabah Covid-19 Belum Berakhir, Sinyal Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda (Keterangan Foto : Istimewa) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00