Indonesia Dukung Keputusan IOC Terkait Olimpiade 2020 Ditengah Covid 19

KBRN,  Jakarta : Indonesia mendukung keputusan Komite Olimpiade Indonesia (IOC) terkait pelaksaan Olimpiade Tokyo 2020, ditengah merebaknya wabah Covid 19 yang masih menghantui dunia.

Dukungan Indonesia sendiri ini dihadapkan dengan beberapa federasi olahraga, maupun NOC negara lain yang mengusulkan penundaan pelaksanaan pesta olahraga akbar empat tahunan dunia tersebut dengan alasan keselamatan atlet yang utama selama ivent tersebut. 

"Tentu kita masih menunggu dari IOC bagaimana keputusannya. Walaupun ada beberapa feederasi bahkan ada negara yang saya lihat, Brazil, atau  Amerika dan lainya yang akan mengusulkan untuk penundaan, tapi pemerintah tetap berpegangan pada yang diputuskan oleh IOC, tentu setelah mendapatkan masukan oleh NOC Indonesia.

Kami komunikasi terus dengan ketum NOC Indonesia tentang sikap kita yang paling baik seperti apa. Tapi sampai dengan hari ini, kita belum bisa menyatakan akan menunda, itu bukan keputusan kita, tapi IOC yang bertanggung jawab terhadap Olimpiade Tokyo," tutur Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudi Amali dalam video yang diterima Radio Republik Indonesia (RRI) dan awak media,  Senin (23/3/2020).

Hal senada juga disampaikan Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam berspekulasi, sebab saat ini Indonesia memiliki kepentingan yang lebih besar lagi untuk Olimpiade 2032. Namun Indonesia menghargai dan mendukung keputusan akhir IOC nantinya.

"NOC Indonesia akan sejalan dengan keputusan IOC yang sudah pasti memahami tentang keselamatan atlet Olimpiade. Prinsipnya, NOC Indonesia akan mendukung apakah Olimpiade Tokyo dilaksanakan sesuai jadwal atau ada penundaan yang ditetapkan IOC," kata Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Otohari. "Kita punya kepentingan lebih besar yakni ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Jadi, kita harus mendukunng apapun keputusan yang diambil IOC," tandasnya.  Namun,  tidak lupa Okto juga mengingatkan kepada seluruh atlet pelatnas Olimpiade untuk menjaga kesehatan dan tetap menjalankan program latihan. "Saya minta seluruh atlet pelatnas Olimpiade menjaga kesehatan dan menghindari tempat-tempat keramaian. Ya, semua harus mengikuti instruksi dokter yang berada dalam pelatnas yang telah mensosialisasika tentang bahaya dan pencegahan virus Corona," jelasnya.  Virus Corona (Covid 19) yang masih menjadi persoalan dunia ini, terus dipantau ditengah persiapan pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Presiden IOC Thomas Bach mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan beberapa skenario  sehubungan pandemi virus corona, namun pembatalan tidak termasuk di dalamnya. 

"Pembatalan tidak masuk agenda. Kami bertekad menyukseskan Olimpiade ini," kata dia.

Sebuah gugus tugas IOC yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia sudah memutuskan bahwa terlalu dini memutuskan bagaimana mengelola dampak pandemi terhadap Olimpiade Tokyo. "Kami tak tahu situasi yang akan terjadi," lanjutnya.  

Bahkan,  Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, mengakui bahwa penundaan Olimpiade 2020 sangat mungkin menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan ditengah pandemi Corona.

Dilansir AFP, Senin (23/3/2020), Sinyo Abe mengatakan bahwa Jepang sebenarnya masih punya komitmen tinggi untuk menggelar Olimpiade 2020 sesuai apa yang telah direncanakan. “Jika itu menjadi sulit, mengingat mempertimbangkan [keselamatan dan kesehatan] atlet terlebih dahulu, mungkin menjadi tidak terhindarkan bahwa kami mengambil keputusan untuk menunda [Olimpiade 2020)," ujar sang perdana menteri Jepang.  Sebelumnya,  pesawat udara 'Tokyo 2020 Go' yang membawa api untuk obor Olimpiade 2020 dari Yunani mendarat di Pangkalan Udara Matsushima di Higashi-Matsushima, Prefektur Miyagi, Jepang, Jumat (20/3/2020).

Rencananya pelaksanaan Olimpiade musim panas di Tokyo,  Jepang akan dilaksanakan tanggal 24 Juli-9 Agustus 2020.

(Keterangan Foto : Dok. RRI) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00