Konsultan Hukum Tenis Meja : PTMSI Butuh Campur Tangan Presiden dan Menpora

KBRN, Jakarta : Konsultan hukum tenis meja Giovani Sinulingga menyoroti sisi hukum terkait trialisme kepemimpinan dalam Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

Dirinya berpendapat, polemik tidak bisa diselesaikan lagi dengan musyawarah karena dari trialisme yang ada, sebab masing-masing pastinya memegang dasar hukum keyakinan mereka sendiri-sendiri untuk mempertahankan kekuasaannya di PTMSI.

"Mereka pasti sudah memegang dasar hukum masing-masing. Dulu yang seharusnya di tenis meja atlet yang ikut pertandingan, sekarang pengurusnya (yang bertanding)," ujar Giovani saat wawancara dengan Danang Sundoro dalam Dinamika Olahraga RRI, Minggu (23/2/2020).

BACA JUGA: Tujuh Tahun Polemik Tak Berujung PTMSI, Semua Atlet Senior Usulkan Pembekuan

Dirinya sangat menyayangkan trialisme tak bisa diselesaikan. Padahal menurutnya, cuma butuh ketegasan dari seorang pemimpin negara. Contohnya PSSI, induk sepak bola Indonesia yang punya masalah berat juga dalam kepengurusan dan tidak pernah selesai, akhirnya bisa diatur sekarang. 

"Ini (PTMSI) harus direset dari 3 in 1, alias dibekukan dulu," kata dia.

Khususnya di bidang hukum, Giovani mengakui persoalan ini memang sudah berlarut-larut. Dari Lukman Eddy yang kekuasaannya coba dipertahankan hanya karena mengacu pada SK KONI yang masa berlakunya pada tahun 2020.

Kemudian ada Ketua Umum Peter Layardilay yang bersikukuh di pucuk pimpinan karena juga memegang SK KONI Pusat sebagai pelanjut tahta kepengurusan Tahir Mayapada, ketua umum dua periode sebelumnya. Terakhir, ada Oegroseno yang juga mengklaim diri sebagai Ketua Umum PTMSI karena berdasarkan putusan PTUN.

BACA JUGA: Pengamat Tenis Meja : PTMSI Lucu-lucu Ngeri, Harus Segera Dibekukan!

Di sinilah masalah yang sebenarnya, karena dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian, yangs eharusnya negara bisa memerintahkan kementerian pemuda dan olahraga untuk menyelesaikannya, tapi tidak dilakukan. 

Sehingga seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, masing-masing pihak terlanjur memegang teguh akan pembenaran dari produk hukum masing-masing untuk digunakan sebagai kekuatan berkuasa menjalankan organisasi.

Padahal sekali lagi menurutnya, ini semakin nampak jelas bukan atlet tenis meja yang dikirim bertanding tapi pengurusnya sendiri. Padahal apa juntrungannya para pengurus itu di sini? kata Giovani. Oleh karena itu, seperti cara penyelesaian PSSI, dirinya meminta Presiden segera perintahkan Menteri dalam hal ini Menteri pemuda dan Olahraga (Menpora) mematikan kepengurusan PTMSI baru kemudian menyusun langkah selanjutnya dengan pengurus yang satu komando.

"Sebenarnya ini masalah tidak rumit. Jadi susah karena dibiarkan. Jika Presiden turun tangan bersama Pak Menpora, pasti selesai," pungkas Giovani. (Ilustrasi/Foto: yuksinau)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00