Enam Mantan Atlet Asian Games Komit Majukan Olahraga Kabaddi di Buleleng

KBRN, Singaraja : Kabupaten Buleleng ternyata memiliki sejumlah atlet cabang olahraga Kabaddi handal, bahkan diantaranya pernah membela Timnas Indonesia di ajang multi event se Asia yakni Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Enam mantan Atlet Asian Games tersebut yakni I Nyoman Tos Pasek Wiguna, Ida Bagus Ketut Wipradana, Aldino Indrayana, Ni Kadek Ami Ariasti, Agustina Siregar dan Gusti Anak Agung Pradnyawati.

Ketua Harian Federasi Olahraga Kabaddi Indonesia (FOKSI) Buleleng, Yogi Parta Lesmana yang juga pelatih nasional cabang olahraga asal India ini mengatakan, walaupun olahraga Kabaddi belum cukup dikenal di Bali Utara, ternyata Buleleng memiliki banyak atlet Kabaddi yang pernah menghuni pelatnas dan tergabung dalam Timnas Indonesia.

“Pengembangan kabaddi perlu langkah panjang dan waktu yang lama, kita anggap olahraga ini baru untuk di Buleleng. Kita punya enam atlet jebolan dari Undiksha yang dipanggil untuk tergabung dalam timnas. Dari pengalaman dan kemampuan berlaga di kancah Internasional kita tugaskan untuk turut mengembangkan olahraga ini,” ucap Yogi Parta Lesmana, Selasa (10/12/2019).

Ketua Harian FOKSI Buleleng, Yogi Parta Lesmana juga mengakui kondisi pelatih cabor Kabaddi untuk di Buleleng selama ini masih dinilai minim. Untuk itu keberadaan atlet Buleleng yang pernah memperkuat Indonesia diharapkan juga bisa mempercepat laju perkembangan Kabaddi.

“Sebagai satu-satunya pelatih di Buleleng untuk mengembangkan Kabaddi menjadi tantangan. Harapannya dengan keenam atlet tersebut bisa menjadi perpanjangan tangan saya untuk memacu prestasi olahraga Kabadi di Kabupaten Buleleng,” pungkas Yogi Parta.

Sementara itu selaku mantan pemain Timnas yang saat ini masih aktif tercatat sebagai Atlet Kontingen Buleleng, I Nyoman Tos Pasek Wiguna juga memiliki visi yang sama untuk menggeber laju perkembangan olahraga Kabaddi. Smentara ini pihaknya melakukan sosialisasi baru mampu menjangkau beberapa wilayah di Buleleng.

“Sosialisasi yang kami lakukan menyasar siswa pelajar tingkat SD-SMA/K. yang sudah kita lakukan di sekolah SDN 1 Banjar Jawa, SMPN 2 Singaraja dan SMKN Bali Mandara. Ini tidak menutup kemungkinan untuk terus dikembangkan ke sekolah lainnya,” pungkas Tos Pasek Wiguna.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00