Kodrat Bali Bertekad Pertahankan Tradisi Emas PON

KBRN, Denpasar : Pasca mengawinkan gelar juara umum di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pra PON 2019, semakin memantapkan tekad Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali untuk mempertahankan tradisi medali emas Bali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Sekretaris Umum (Sekum) Kodrat Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka kepada RRI Kamis, (28/11/2019) mengatakan di ajang POPNAS yang dilaksanakna di Jakarta, Kodrat Bali sabet juara umum dengan 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Tak hanya itu, pasca POPNAS, petarung Bali yang berjuang merebut tiket PON juga berhasil merajai kompetisi dan mengukuhkan diri sebagai juara umum dengan raihan 5 emas, dan 2 perunggu.

Sekum Kodrat Bali yang akrab di sapa Gung Cok itu mengatakan dengan peta kekuatan saat ini, dirinya optimis tradisi medali emas Bali dari Cabor Tarung Derajat akan terwujud dalam PON di Papua 2020 mendatang.

“Tradisi emas dari tahun 2008 itu yang akan kita pertahankan. Kalau di PON 2016, Tarung Derajat menyumbang 2 medali emas, di Papua nanti itu yang akan kita pertahankan 2 emas itu, kalau perlu meningkatkan lagi,” tegasnya.

Gung Cok mengakui, saat PON nanti petarung tuan rumah Papua juga perlu diwaspadai. Namun dalam multi event olahraga empat tahunan kali ini, strategi yang diterapkan Kodrat Bali juga berbeda dari ajang sama sebelumnya. Kali ini selain mengandalkan petarung putri, Bali juga bertumpu pada petarung putri untuk dapat mencuri emas di Papua.

Untuk diketahui, dalam PON nanti Bali siap menurunkan 8 petarung. Tujuh diantaranya merupakan peraih medali di Pra PON, sedangkan 1 petarung lagi lolos ke PON melalui babak Play-Off.

“Kita meloloskan 8 petarung ke PON. Dari peraih 5 emas dan 2 perunggu di Pra PON, itu 7 orang, sedangkan 1 lagi lolos setelah mengikuti babak play-off,” imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00