Jakarta Open Chess 2019, Novendra Tundukkan Anh Dung dibabak pertama Dwi Tarung

Pecatur muda masa depan Indonesia,  IM Novendra Priasmoro mengawali perjuangannya mendapatkan gelar Grand Master (GM) dengan kemenangan di babak pertama Dwitarung Internasional melawan pecatur Vietnam Nguyen Ahn Dung yang berlangsung di Hotel Grand Kemang Jakarta, Selasa malam (12/11/2019).

Pada laga awal Dwitarung bertajuk Jakarta Open 2019 ini, Novendra bermain taktis dan penuh kehati-hatian. Maklum, Novendra sengaja diberi kesempatan mendapatkan gelar GM di turnamen berhadiah total Rp.300 juta itu karena dia tinggal membutuhkan poin 5 guna melengkapi eloratingnya menjadi 2.500.

Kini, Novendra baru memiliki elorating 2.495 dan dalam Dwitarung ini dia harus menang 4-2 dari enam babak yang dimainkan. Kemenangan di babak pertama itu bukan hanya menambah motivasi juga membuka peluang bagi Novendra untuk mewujudkan mimpinya meraih gelar Grand Master (GM) dengan syarat utama memiliki elo rating 2500.

“Novendra secara hitungan  hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa meraih gelar GM. Dengan syarat ia tidak boleh kalah di empat babak selanjutnya. Karena untuk Dwi Tarung Internasional di Jakarta Open 2019 memilih hitungan internasional Fide Rated,” ungkap Kabidbinpres PB Percasi, Kristianus Liem, usai pertarungan.

Untuk itu, Kristianus Liem berharap, Novendra tidak boleh lengah pada babak  kedua hari ini Rabu sore (13/1119) serta empat babak  selanjutnya.

“Karena masih ada lima babak tersisa yang harus dimainkan oleh Novendra. Saya harap ia tidak lengah, bisa tetap fokus, dan bisa menjaga stamina agar pada pertandingan-pertandingan selanjutnya ia bisa lebih fresh karena kondisi seorang pecatur sangat mempengaruhi konsentrasi mereka. Saya juga berharap Novendra tidak lagi meremehkan lawan, seperti yang sudah dialaminya tahun lalu,” ungkap Kristianus Liem.

Harapan yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Pengprov Percasi DKI Jakarta, Ricardo. Ia berharap Novendra tetap fokus untuk meraih gelar GM. “Tentu saya berharap DKI punya GM Baru karena DKI merupakan barometernya catur Indonesia. Saya harap apa yang sudah diusahakan oleh seluruh pihak untuk menggelar Jakarta Open dengan adanya Dwi Tarung Internasional ini, tidak disia-siakan oleh Novendra untuk menjadi GM. Karena ini akan menjadi kesempatan yang langka bagi Novendra,” ungkapnya.

Sebelumnya, Novendra sukses meraih kemenangan pada babak pertama Dwi Tarung Internasional dengan sukses menghentikan Nguyen Anh Dung di langkah 23 dengan memegang bidak hitam. Kristianus memuji permainan Novendra tersebut sebagai tipikal permainan kelas Grand Master. Sementara Novendra mengatakan babak pertama ini kian menambah motivasinya untuk berlaga di babak kedua,  “Di babak kedua saya akan mencoba bermain lebih hati-hati,” ungkap Novendra.

“Paling tidak jika terdesak saya akan mencoba memaksa hasil remis. Pasalnya, jika saya kalah maka peluang untuk meraih gelar semakin berat. Justru, kemenangan di babak pertama ini lebih memuluskan langkah saya untuk meraih Norma Grand Master penuh,” tuntasnya.

Jika Novendra berhasil mendapatkan gelar GM maka dia menjadi pecatur putra kedelapan Indonesia memperoleh gelar tertinggi catur internasional itu setelah Herman Suradiredja (alm), Haji Ardiansyah (alm), Utut Adianto, Edhi Handoko (alm), Rubern Gunawan (alm), Cerdas Barus dan Susanto Megaranto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00