Perkemi Bali Boyong 17 Kenshi Menuju Pra PON

KBRN, Denpasar: Tim Pra PON kempo Bali sore ini berangkat menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan. Dalam ajang perebutan tiket PON 2020, Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) memboyong 17 kenshi unggulan, dikawal langsung Wakil Ketua Umum Perkemi Bali Fredrik Billy dan 4 pelatih tangguh.

Dihubungi RRI Senin, (11/11/2019) menjelang keberangkatan menuju Banjarmasin, Waketum Fredrik Billy mengatakan 17 kenshi unggulan tersebut terdiri dari 8 putri dan 9 putra.

Terkait persiapan bertanding di Pra PON, segala sesuatunya sudah dikondisikan dengan baik. Motivasi yang ditanamkan kepada atlet menjelang bertanding selaras dengan harapan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, dan Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, yang menginginkan atlet kempo Pulau Dewata tampil maksimal dengan mengobarkan semangat puputan atau ajiwa pantang menyerah.

“Sebelum pertandingan kami dari Tim Kempo Bali hari ini tanggal 11 sudah bertolak ke sana. Perjalanan ini cukup jauh, harus transit 4 jam di Surabaya. Jadi sore kami akan tiba di Banjarmasin. Besok kami akan ikuti timbang badan atlet, dan Technical Meeting. Untuk pertandingannya dimulai 13-16 November”, ujarnya.

Ditanya strategi yang akan diterapkan untuk merebut tiket PON sebanyak-banyaknya, kata Billy, hal tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif para pelatih. Namun untuk nomor andalan, Perkemi Bali mematok tiket PON dari nomor embu beregu putra, embu beregu campuran, embu putru II/III DAN, serta nomor Randori.

“Strategi itu merupakan prerogatif dari pelatih. Saya pikir semua pelatih dan official yang mendampingi atlet sudah mempunyai strategi khusus untuk memenangkan pertandingan”, ungkapnya.

Billy menambahkan, meski nomor-nomor tersebut menjadi unggulan Bali, namun ia tidak mau menyepelekan nomor lainnya.// Dalam medan pertandingan semua peluang harus dioptimalkan, apalagi lawan-lawan berat seperti Nusa Tenggara Timut (NTT), Jawa Barat, maupun Kalimantan Timur harus diwaspadai oleh tim Pra PON Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00