Masyarakat Olahraga NTT Kehilangan Tokoh Tinju 

KBRN, Kupang : Komite Olahraga Nasional (KONI), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta masyarkat Nusa Tenggara Timur (NTT) merasakan kesedihan dan duka mendalam karena kehilangan seorang tokoh olahraga, David Rahabeam Radja. 

David Rahabeam Radja yang meninggal dunia, Selasa 1 Januari 2019 merupakan sosok yang selalu mengabdikan diri untuk pembangunan olahraga terutama cabor Tinju yaitu, 

Rasa kehilangan seorang tokoh olahraga tinju itu disampaikan Ketua Umum KONI Nusa Tenggara Timur Andreas W. Koreh ketika melayat di Rumah Duka di Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (2/1/2019).

Menurut Andre Koreh, almarhum selama hidupnya memiliki dedikasi besar dalam proses pembangunan olahraga khususnya pada cabang olahraga tinju.

Pihaknya juga menuturkan, kepergian Almarhum cukup mengganggu persiapan Pertina NTT menghadapi Pra PON.

Andre Koreh tetap berharap, kondisi tersebut terus memotifasi pengurus, pelatih, dan para atlet tetap mempersiapkan diri mengikuti Pra PON 2019.

“Pak Davit telah memberikan yang terbaik untuk olahraga NTT terutama untuk pertinjuan di NTT. Sehingga berkaitan dengan persiapan Pra PON tentunya punya pengaruhnya, akan tetapi kita harapkan pengurus pertina bisa segera keluar dari kesulitan menggantikan figur ini," tuturnya. 

"Dan kita harapkan prestasi tinju NTT akan kembali memberikan sumbangan untuk kemajuan olahraga di NTT. Dan saya sampaikan bahwa, kondisi ini betul-betul membuat kita terpukul karena kehilangan seorang figure olahraga,” imbuh Andre Koreh. 

Ketua Komisi Lima DPRD NTT Jimmy Sianto pada kesempatan yang sama menuturkan, David Radja adalah seorang tokoh olahraga bukan saja di cabang tinju. Masyarakat olahraga disebut merasa sangat kehilangan figur yang selalu memberi sumbangan untuk kemajuan olahraga di NTT.

“Masyarakat olahraga Nusa Tenggara Timur dan secara khusus tentunya para pelaku dan pencinta olahraga tinju kehilangan seorang figure tinju. Dan Pak David Radja kita tahu kiprah beliau dibidang olahraga cukup besar, karena selain mengurus cabang olahraga tinju, juga mengurus tinju NTT. Ini sebuah pukul besar untuk kita masyarakat pencita olahraga,” tutur Jimmy Sianto.

Rasa kehilangan seorang tokoh olahraga juga disampaikan Sekertaris Dispora Nusa Tenggara Timur Lambertus Ara Tukan.

Menurutnya, David Radja telah berkontribusi membangun pembinaan olahraga PPLP, yakni sebagai salah satu anggota tim teknis yang selalu memberi masukan terkait pembinaan atlet pelajar di Sentrakeolahragaan PPLP dari tahun ke tahun. 

“Dispora Nusa Tenggara Timur menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Almarhum. Dan kami merasa sangat kehilangan Almarhum yang selalu member masukan selama pembinaan atlet di Sentrakeolahragaan PPLP,” tegas Lambert Tukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00