Belum Resmi Dibuka, Indonesia Koleksi Dua Medali ISG

Eki Febri Ekawati (kiri) memastikan medali perunggu di nomor tolak peluru bagi Indonesia di ISG 2021 Konya. (Dok. ISG Photo)

KBRN, Jakarta: Indonesia sudah mengoleksi dua medali sebelum pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2022 di Konya, Turki. Upacara pembukaan pesta olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ini baru digelar Selasa malam waktu setempat atau Rabu (10/9/2022) dini hari WIB.

Medali pertama Indonesia dipersembahkan dari cabor atletik. Eki Febri Ekawati meraih posisi ketiga, sekaligus berhak atas medali perunggu.

Dia mendapatkan medali di nomor tolak peluru putri. Itu setelah Eki Febri melakukan lemparan sejauh 14,93 meter. 

Sedangkan dua wakil tuan rumah, Emil Dereli dan Pinar Akyol, yang meraih emas serta perak. Mereka membukukan lemparan masing-masing 17.25 meter dan 16.87 meter.

"Secara persaingan memang mereka lebih di atas, karena Dareli ini tampil di Olimpiade. Tapi saya tampil tak ada beban, terpenting bisa mendapat lemparan yang bagus saja," ujar Eki Febri. 

"Saya bangga bisa memberikan medali perunggu karena otot paha dalam kanan saya sempat agak tegang. Beruntung tidak apa-apa hingga akhirnya bisa mendapatkan medali perunggu ini,” ujar Eki, menambahkan.

Ayustina Priatna memamerkan medali perak yang didapatkannya di nomor omnium elite putri ISG 2021 Konya. (Dok.ICF Photo)

Perak Balap Sepeda

Kemudian medali kedua Indonesia di ISG 2021, dipersembahkan atlet balap sepeda Ayustina Delia Priatna. Dia yang menyumbang medali perak di Konya Velodrome, Selasa, dengan menempati posisi kedua di nomor ominum putri.

"Medali perak ini ibaratnya perjuangan tumpah darah, karena sudah lama saya tak turun di nomor track dan baru mencoba lagi. Ini turnamen ketiga saya di nomor track setelah India dan Kolombia, tetapi ibaratnya di sini saya benar-benar bermain,” kata Ayu.

“Secara strategi saya tidak begitu maksimal karena negara lain menurunkan dua pembalap, sedangkan saya turun sendiri. Ketika saya tampil bagus di tiga game awal, lawan langsung menandai agar saya ditempel ketat dan karena saya turun sendiri jadi tidak ada yang menjaga saya.” ujarnya.

Meski demikian, Ayu menambahkan dirinya mendapat pelajaran berharga dari nomor omnium, sebagai modal positif, sebelum tampil di nomor ITT dan Road Race. “Sekarang fokus recovery dulu. Alhamdulillah dari NOC Indonesia menyediakan masseur dan pelatih juga bawa protein shake. Insya Allah bisa lebih cepat,” kata Ayu.

Berdasarkan Situs resmi ISG 2021, Ayu berada di belakang wakil Kazakhstan Rinata Sultanova yang meraih medali emas dengan mengumpulkan 102 poin. Sedangkan perunggu diraih wakil Malaysia Nur Aisyah Zubir dengan 104 poin.

Dengan koleksi satu perak dan satu perunggu, membuat Indonesia sementara berada di posisi ke-11 klasemen sementara perolehan medali ISG 2021.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk ISG Rafiq Hakim Radinal mengatakan bangga akan prestasi yang dipersembahkan para atlet, sebelum pembukaan ini. “Saya bangga sekaligus gembira karena Tim Indonesia berhasil meraih dua medali, perak dan perunggu, di ISG sebelum opening ceremony dimulai,” ujar Rafiq.*

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar