Cara Pelatih Timnas U-16 Asah Mental Pemain

Pemain Timnas Indonesia U-16 Muhammad Nabil Ayura (kiri) melakukan selebrasi seusai menjebol gawang Timnas Vietnam U-16 saat laga AFF U-16 2022 di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (6/8/2022). Timnas Indonesia U-16 menang atas Timnas Vietnam U-16 dengan skor 2-1. (Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko)

KBRN, Jakarta: Pelatih Timnas U-16 Indonesia Bima Sakti punya cara untuk membimbing pemain muda yang tergabung dalam skuad Garuda Nusantara.

Tidak hanya secara teknis saat bertanding dilapangan, namun mantan gelandang terbaik Indonesia itu juga punya cara mengawal anak asuhnya diluar lapangan.

Bima Sakti mengaku punya cara khusus membentuk para pemain muda itu dengan beberapa edukasi dan peraturan yang membuat mereka lebih berkembang menjadi pemain profesional.

"Saya pikir ini pembelajaran untuk pemain. Kami sebagai tim pelatih dan ofisial sudah mengedukasi mereka, memberi ilmu kepada mereka, memosisikan diri kami sebagai orang tua, kakak, atau teman bagi mereka. Bukan hanya ilmu bola saja, tapi di luar lapangan itu sangat penting agar mereka bisa belajar,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (7/8/2022).

Selain itu, Bima juga mengajarkan mengenai peraturuan-peraturan yang berlaku di timnya. Pengalaman sebagai mantan pemain Timnas dijadikan contoh untuk anak asuhnya. Hidup toleransi juga menjadi prioritas dalam timnya saat ini. 

“Seperti penggunaan telepon seluler kami batasi. Selain itu juga menjaga disiplin mereka dengan ibadah bersama-sama. Kemudian untuk yang nonmuslim, setiap hari minggu kami memberi kesempatan ke gereja, kami siapkan kendaraan. Contoh lain untuk Krisna (Komang Ananta Krisna Putra) setiap minggu kita antar dia naik mobil ke Pura. Terpenting adalah itu, ibadah mereka. Kami juga edukasi ke pemain untuk jangan cepat puas, jangan sombong,” katanya.

Bima mengaku ada hal lain terbawa dan terpatri di salah satu pemain di tim Bima sebelumnya. Eks pemainnya Marselino Ferdinand memberikan selamat dan motivasi kepad adi-adiknya saat ini. 

“Kemarin tiba-tiba Marselino (Ferdinan) whatsapp saya, mengucapkan selamat atas kemenangan pada pertandingan melawan Filipina, semoga berikutnya lebih baik. Saya ceritakan itu ke mereka (pemainnya saat ini). Itu menjadi contoh, mudah-mudahan ada Marselino-marselino lain yang bisa teruskan tradisi seperti itu dari tim ini,” ucapnya.

Dua tradisi terakhir di tim ini adalah membawa jersey Alfin Lestaluhu dan menempatkan foto-foto orang tua pemain di ruang ganti.

“Hampir tiga tahun Alfin meninggalkan kita semua, banyak kenangan dengannya. Satu yang paling saya ingat adalah saat dia dengan berani menghampiri saya dan bilang ke saya, untuk mengambil tendangan penalti (melawan Vietnam di Chonburi), meski gagal mengeksekusinya, begitu tidak gol dia langsung datang ke saya lagi terus minta maaf. Saya bilang tidak usah, kamu hebat. Saya salut dengan keberaniannya, anak umur segitu punya mental dan keberanian yang saya sulit bisa katakan dengan kata-kata,” katanya.

Diakuinya mental dan emosi anak asuhnya masih labil. Untuk memotivasi mereka terkadang tim pelatih dan offisial menaruh foto-foto orang tua para pemain diruang ganti. 

“Kemudian, melihat mental dan emosi anak-anak ini yang masih labil, serta kadang suka mengingat orang tua mereka. Maka saya dan tim pelatih serta ofisial sepakat untuk menaruh foto-foto orang tua para pemain di ruang ganti pemain. Agar mereka bisa terus mengingat kedua orang yang telah melahirkan dan membesarkan mereka selama ini, serta berdoa untuk kedua orang tuanya,” tutup Bima.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar