Timnas Basket Indonesia Kalah dari Arab Saudi

Para pemain Timnas Basket Indonesia saat melakukan sesi pemanasan sebelum pertandingan kualifikasi ketiga Piala Dunia FIBA melawan Arab Saudi di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (1/7/2022). (Foto: RRI/Niar Abdul Litiloly)

KBRN, Jakarta: Tim Nasional Bola Basket Indonesia kembali kalah dari Arab Saudi dalam pertandingan kelima Grup C Kualifikasi FIBA World Cup 2023, Jumat (1/7/2022) di Istora Senayan, Jakarta. Meski kalah, Timnas menunjukkan perlawanan sengit dengan kalah dengan skor tipis 67-69.

Pada laga ini, Rajko Toroman menurunkan lima pemain utama Derrick Michael, Brandon Jawato, Vincent Rivaldi Kosasih, Agassi Yeshe Goantara, dan Andakara Prastawa. Sedangkan Arab Saudi memainkan starter Mohammed Al Marwani, Mathna Almarwani, Fahad Belal, Khalid Abdel Gabar, dan Musab Tariq Kadi.

Kuarter pertama dibuka dengan jump shoot Jawato, tapi Musab Tariq Kadi dua kali melakukan under-basket membalikkan keadaan 2-4. Dua free throw Jawato menyamakan skor 6-6. Dua tripoint beruntun Agassi dan Prastawa membawa Indonesia menjauh dari Arab Saudi dengan 12-6. Kuarter satupun berakhir dengan Indonesia memimpin 18-14.

Mohammed Al Sager kemudian membuka kuarter dua dengan sebuah free throw 18-15. Arki membalas dengan lay-up shoot 20-15. Sebuah dunk dua tangan Derrick umpan dari Yudha Saputera membuat skor 22-15. Tripoin Fahad Belal menutup kuarter dua 39-31 masih untuk keunggulan tuan rumah.

Kemudian kuarter ketiga, diawali dengan dua tembakan bebas Al Marwani 33-38. Sebuah dunk dua tangan Derrick melanjutkan umpan matang Prastawa membuat 41-33. Indonesia sempat memimpin 46-33.

Namun, pada pertengahan kuarter tiga, dua bigman Indonesia Derrick dan Vincent mendapat foul trouble. Hal ini dimanfaatkan Arab Saudi yang menyusul dengan 46-48. Tripoin buzzer beater akhir kuarter tiga dari Marzouq Al Muwallad membuat Arab Saudi unggul 49-48.

Vincent membawa Indonesia unggul 52-49 melalui dua tembakan bebas dan sebuah tip in di awal kuarter empat. Indonesia sempat menjauh 56-49. Sayang Arab Saudi menyamakan skor 56-56 bahkan unggul 59-58.

Tripoin Jawato menjadikan skor 61-59. Namun, Arab Saudi membalas dengan dua kali tripoin untuk menjadikan skor 65-61. Waktu pertandingan kurang dari tiga menit membuat laga menjadi menegangkan.

Arab Saudi sempat makin menjauh 68-61, tapi lay-up Prastawa menjaga pertandingan tetap terbuka. Namun hingga 25 detik terakhir, keunggulan 68-63 bertahan untuk Arab Saudi. Hingga Yudha kemudian dilanggar saat melepaskan tembakan tiga angka. Yudha memasukkan semua tembakan untuk menjadi selisih poin menjadi 68-66.

Dalam delapan detik tersisa, Arab Saudi mendapatkan dua tembakan bebas tapi Almarwani hanya memasukkan tembakan pertama. Derick mengambil rebound dan Prastawa kemudian melancarkan serangan cepat. Prastawa dilanggar Almarwani, yang didakwa wasit melakukan unsportmanlike foul. Namun karena Prastawa cedera, dua tembakan bebas diambil Agassi. Satu tembakan masuk dan satu gagal. Dengan tiga detik tersisa, Indonesia masih punya kesempatan menang atau minimal menyamakan skor untuk memaksakan overtime karena masih memiliki penguasaan bola. Namun dengan waktu tersisa, tembakan Jawato berhasil diblok Musab Tariq M Kadi sehingga mengunci kemenangan bagi Arab Saudi 69-67.

Vincent mencetak poin terbanyak bagi Indonesia dengan 15 angka. Prastawa menambah 10 poin, sementara Jawato mencetak dobel 10 poin dan 14 rebound. Dari kubu lawan, Al Muwallad mencetak 18 poin, Musab Tariq Kadi 16 angka, dan Mathna Al Mawarni mengemas 16 poin.

Hasil ini membuat tim asuhan Rajko Toroman belum mencetak satu kemenangan pun dari lima laga yang telah dimainkan. Indonesia dipastikan tidak lolos ke putaran kedua grup kualifikasi Piala Dunia (FIBA World Cup) Zona Asia.

“Tim kita bermain bagus tiga kuarter dan selalu unggul, tapi kemudian bermasalah dengan foul trouble. Setelahnya kita kehilangan momentum. Beberapa pemain kurang memiliki pengalaman dalam menghadpi situasi tersebut. Namun secara keseluruhan permainan tim kita bagus. Para pemain menunjukkan fighting spirit dan energi. Kita kalah rebound karena Arab Saudi memiliki atletisme, tapi kita punya lebih banyak assist,” kata pelatih timnas Indonesia Rajko Toroman.

Sejak awal Toroman mengatakan bahwa fokus utamanya ada di FIBA Asia Cup 2022. Sebab, Indonesia bisa menembus FIBA World Cup 2023 jika minimal menembus peringkat delapan. Hal inilah yang membuatnya memutuskan mengistirahatkan Marques Bolden. Sebab, Marques sebenarnya tidak dalam kondisi 100 persen sejak SEA Games 2022 lalu.

“Perkembangan tim ini cukup baik. Saya berharap semua tetap mendukung tim ini,” ujar Coach Toro.

Walau kembali menuai kekalahan, Kapten Timnas Basket Indonesia, Arki Dikania Wisnu mengaku banyak menuai evaluasi dari pertandingan ini.

“Meskipun kalah ada banyak hal positif. Kami masih terus berkembang sebagai tim dan kami juga tadi tidak bermain full team. Dari sudut pandang energi dan fighting spirit, game tadi cukup baik. Selanjutnya, kami harus lebih bersiap lagi,” kata Arki Dikania Wisnu.

Sementara pelatih Arab Saudi, Mohamed Mounir Youssef Elkerdany memuji tim Indonesia dan penonton yang datang ke Istora Senayan. Menurut dia, Indonesia berkembang sangat pesat dari terakhir kali kedua tim bertemu.

“Dari hasil, mungkin ini kurang baik untuk tim, tapi secara permainan mereka sangat berkembang. Indonesia secara permainan sudah menuju ke arah yang baik dan bisa menjadi tim yang tangguh,” kata dia.

Selanjutnya, Timnas Merah Putih akan kembali menjamu Yordania pada lanjutan grup kualifikasi Piala Dunia (FIBA World Cup) ketiga zona Asia pada Senin (4/7/2022) di Istora Senayan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar